Agama

Hadirkan Ustadz H. Dandung Danadi sebagai Imam PRM Ketawangrejo gelar Sholat Hari Raya Idul Fitri 1447 H hari ini

Purworejo — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ketawangrejo, Grabag, menyelenggarakan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan penuh khidmat di halaman SMP Negeri 34 Purworejo, Jum’at (1 Syawal 1447 H) bertepatan dengan 20 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah Muhammadiyah Ranting Ketawangrejo serta masyarakat sekitar yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Dandung Danadi yang merupakan Ketua KBIHU Al Mukhlisin Muhammadiyah Purworejo dan anggota LSBO Pimpinan Pusat Muhammadiyah . Dalam khutbahnya, beliau mengangkat tema tentang hikmah bulan Ramadhan sebagai momentum pembentukan jiwa dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, khatib menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ketaatan setelah Ramadhan berakhir. “Semangat merasa diawasi oleh Allah (muraqabah) harus terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun kita sudah tidak berada di bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Beliau mencontohkan bagaimana selama bulan Ramadhan umat Islam mampu menahan lapar dan dahaga, meskipun tidak ada orang yang melihat. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran spiritual bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan hamba-Nya. Selain itu, kebiasaan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an dan shalat berjamaah, khususnya shalat Tarawih yang jumlah rakaatnya lebih banyak, terasa ringan dilakukan selama Ramadhan dibandingkan di luar bulan tersebut.

Lebih lanjut, khatib mengutip pandangan ulama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah terkait enam hikmah puasa Ramadhan yang berfokus pada pembentukan jiwa dan ketakwaan. Keenam hikmah tersebut meliputi pembentukan ketakwaan, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pengendalian syahwat, pelatihan kesabaran, penumbuhan empati sosial, serta penguatan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut hendaknya tidak berhenti hanya pada bulan Ramadhan, tetapi terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keberhasilan ibadah puasa.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diakhiri dengan tradisi saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan antar jamaah, mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button