Agama

PCM Bagelen Gelar Pengajian Rutin Tahsin dan Tafsir Al-Quran Bahas Makanan Halal, Kesehatan, dan Ketakwaan Umat

Majelis Tabligh dan Tarjih Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen menggelar Pengajian Tahsin dan Tafsir Al-Qur’an pada Selasa malam Rabu, 11 November 2025 / 20 Jumadil Ula 1447 H, bertempat di Mushalla Nurul Huda, Gatep, Bagelen.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini diikuti jamaah dari berbagai unsur, mulai dari pengurus PCM dan PRM Bagelen hingga masyarakat sekitar yang antusias hadir hingga akhir acara.

Kegiatan dibuka dengan tahsin bacaan Surah Al-Mā’idah ayat 4–5 yang dipandu oleh Ustadz Ikhwan, S.Pd.I, selaku Ketua Majelis Tabligh PCM Bagelen.

Dengan pendekatan praktis dan koreksi langsung, beliau membimbing jamaah memperbaiki bacaan dengan penekanan pada ketepatan tajwid dan makhraj huruf.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa memperindah bacaan Al-Qur’an bukan hanya soal suara, tetapi bentuk ibadah dan upaya menjaga keaslian lafaz kalamullah. Suasana mushalla terasa khusyuk; setiap jamaah berusaha membaca dengan lebih hati-hati dan sadar makna.

Kajian Tafsir Surat Al-Mā’idah ayat 4–5 :”Makanan yang dihalalkan”

Setelah sesi tahsin, acara dilanjutkan dengan tafsir ayat Surah Al-Mā’idah ayat 4–5 oleh Ustadz H. Dandung Danadi, Penasehat PCM Bagelen.

Beliau menjelaskan kandungan ayat tentang makanan yang halal dan baik (ṭayyibāt), hasil buruan hewan terlatih, serta sembelihan Ahli Kitab yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa ketentuan halal dan haram bukan sekadar aturan hukum, melainkan bentuk kasih sayang Allah agar manusia hidup sehat, bersih, dan terarah.

“Ketentuan halal dan haram adalah ujian keimanan yang menuntun manusia menuju ketakwaan,” ungkapnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.

Sesi tafsir berlanjut dengan dialog interaktif. Pertanyaan jamaah mengalir seputar praktik halal di kehidupan modern, termasuk produk olahan, makanan impor, dan sertifikasi halal.

Suasana diskusi mencerminkan semangat belajar bersama—antara keingintahuan dan kesadaran akan pentingnya memelihara kehalalan dalam konsumsi sehari-hari.

Tafsir Tematik : “Hikmah Mengonsumsi Makanan dan Minuman Halal.”

Selanjutnya, Ustadz H. Zumaruddin, S.Pd.I, Sekretaris PCM Bagelen, menyampaikan ceramah tematik berjudul “Hikmah Mengonsumsi Makanan dan Minuman Halal.”

Beliau menegaskan bahwa perintah halal dalam Islam memiliki dimensi kesehatan yang kuat. Mengutip pandangan Dr. Zakir Naik, beliau menjelaskan bahwa daging babi berisiko menularkan berbagai penyakit, termasuk cacing pita dan gangguan jantung.

“Makanan halal menjaga hati tetap bersih dan akal tetap sehat. Sebaliknya, makanan haram dapat menumpulkan pikiran dan mengeraskan hati,” jelasnya.

Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa halal tidak hanya terkait bahan makanan, tetapi juga cara memperolehnya.

Rezeki yang diperoleh dengan cara tidak benar tetap tidak membawa keberkahan, meskipun secara bentuk tampak halal.

“Menjaga halal harus dimulai dari niat dan sumber rezeki,” tambahnya, menutup ceramah dengan pesan moral yang menggugah.

Acara ditutup dengan Doa Kafarotul Majelis bersama-sama. Melalui kegiatan ini, PCM Bagelen menegaskan komitmennya untuk terus membina masyarakat Qur’ani yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, serta memperkuat ukhuwah antarjamaah di wilayah Bagelen.

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button