Agama

Memaksimalkan Akhir Ramadhan, PCM Bruno Gelar Kajian Ahad Legi: Ibadah Jangan Sampai Kendor

Purworejo — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bruno kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Legi dengan tema “10 Hari Terakhir Ramadhan: Ibadah Jangan Kendor”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 15 Maret 2026 bertepatan dengan 26 Ramadhan 1447 H di Masjid Darul Arqom Kamasan, Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Kajian yang dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh jamaah dari berbagai wilayah di sekitar Kecamatan Bruno. Acara dipandu oleh pembawa acara, Nur Fahrudin, S.Pd., dan berlangsung dengan khidmat hingga penutup berupa doa bersama serta salat Zuhur berjamaah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sabda Bintang Pratama, S.Pd., yang melantunkan Surah Asy-Syu’ara ayat 69–77. Lantunan tilawah tersebut menambah kekhusyukan suasana kajian yang berlangsung di Masjid Darul Arqom.

Ketua PCM Bruno, H. Muh. Mauludin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak justru mengendurkan semangat beribadah menjelang berakhirnya bulan suci tersebut.

“Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk memaksimalkan ibadah. Jangan sampai semangat kita menurun, karena justru pada waktu inilah banyak keutamaan yang Allah berikan,” ujarnya.

Menurutnya, umat Islam perlu memanfaatkan sisa waktu Ramadhan dengan memperbanyak amal saleh, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, serta meningkatkan kualitas salat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah hingga akhir Ramadhan.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Iyus Hardiana S., M.Si., dosen dari Universitas Muhammadiyah Purworejo dari Kecamatan Purwodadi. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berbagai keutamaan sehingga umat Islam tidak seharusnya mengendurkan ibadah di penghujungnya.

Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan memiliki beberapa sebutan yang menunjukkan kemuliaannya, di antaranya Syahrus Shiyam (bulan puasa), Syahrul Maghfirah (bulan ampunan), Syahrul Mubarak (bulan penuh keberkahan), dan Syahrul Ibadah (bulan untuk memperbanyak ibadah).

“Ramadhan memiliki banyak nama yang menunjukkan betapa mulianya bulan ini. Karena itu, kita harus menjaga semangat ibadah sampai akhir Ramadhan,” kata Ustaz Iyus di hadapan jamaah.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan maupun perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Ia kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad saw. yang menyebutkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Hadis tersebut menjadi peringatan agar umat Islam menjalankan puasa secara sempurna, baik secara lahir maupun batin.

Menurut Ustaz Iyus, Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti kepompong yang berpuasa sebelum akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

“Ramadhan adalah momentum perubahan diri. Seperti kepompong yang berproses hingga menjadi kupu-kupu, kita juga harus menjadikan Ramadhan sebagai proses memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjaga silaturahmi serta mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

Kajian berlangsung dengan penuh antusias dari para jamaah. Setelah penyampaian materi, acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh pemateri. Selanjutnya, seluruh jamaah melaksanakan salat Zuhur berjamaah di Masjid Darul Arqom.

Kegiatan Kajian Rutin Ahad Legi PCM Bruno ini menjadi salah satu sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat sekaligus pengingat untuk memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan. Melalui kajian tersebut, diharapkan jamaah dapat meningkatkan kualitas ibadah serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

(Sabda Bintang P.)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button