Organisasi

PRM Tlogokotes Gelar Pengajian Rutin, Bahas Sejarah Muhammadiyah dan Fikih Zakat Fitrah

Purworejo — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tlogokotes, Bagelen, Purworejo, menyelenggarakan pengajian rutin pada Kamis malam Jumat, 4 Desember 2025 / 13 Jumadil Akhir 1447 H bertempat di Masjid Ad-Darussalam. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri warga, simpatisan, serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen.

Turut hadir Ketua PCM Bagelen, Bapak Rohadi, S.E, Sekretaris PCM Bagelen, H. Zumarudin, S.Pd.I, Penasehat PCM Bagelen, H. Dandung Danadi, serta Epin Hidayat dari unsur PCPM Bagelen. Dalam kesempatan ini, sambutan dari PCM disampaikan oleh Sekretaris PCM, mewakili ketua.

Dalam sambutannya, Supriyadi selaku Ketua PRM Tlogokotes menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dan tamu undangan. Ia berharap pengajian rutin mampu memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat dakwah di tingkat ranting.

Sementara itu, H. Zumarudin, S.Pd.I menyampaikan empat poin arahan dari PCM Bagelen, yaitu:

  1. Memberikan apresiasi atas konsistensi rapat rutin PRM Tlogokotes setiap tanggal 4 dalam setiap bulan sebagai bentuk kedisiplinan dan komitmen organisasi.
  2. Mengajak warga Muhammadiyah menghadiri pengajian Ahad pagi di SMP Muhammadiyah Bagelen pada 7 Desember 2025.
  3. Menyampaikan rencana pelatihan reputasi digital tingkat cabang, serta mendorong PRM Tlogokotes menyiapkan 1–2 delegasi sebagai peserta.
  4. Menekankan pentingnya tertib administrasi persuratan organisasi sesuai pedoman bahasa surat Muhammadiyah agar lebih rapi dan sistematis.

Inti kegiatan diisi tausiyah oleh H. Dandung Danadi, dengan dua pokok bahasan utama. Pertama, sejarah berdirinya Muhammadiyah dalam rangka menyambut milad ke-113, yang mengingatkan jamaah terhadap spirit tajdid dan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam membangun pendidikan dan gerakan Islam modern.

Kedua, beliau menyampaikan materi fikih zakat fitrah (zakat fitri) dan perbedaannya dengan zakat mal berdasar putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Zakat fitrah ditunaikan setiap muslim menjelang Idulfitri dengan takaran 1 sha’ (±2,5 kg beras/makanan pokok) dan dalam praktik masyarakat sering digenapkan menjadi 2,7 kg untuk kemudahan distribusi. Penyaluran diprioritaskan untuk fakir miskin agar merata kebahagiaan pada hari raya.

“Zakat fitrah adalah kewajiban setiap muslim yang mampu. Penyalurannya diprioritaskan kepada fakir miskin agar mereka menyambut Idulfitri dengan layak,” terang H. Dandung.

Acara berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dan ditutup doa bersama dalam suasana hangat serta penuh antusias jamaah.

Pengajian rutin ini menjadi wujud penguatan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting serta memperkokoh kolaborasi antara PCM–PRM dalam memajukan persyarikatan di wilayah Bagelen.

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button