
PCM Bagelen Gelar Pengajian Ahad Pagi Tarhib Ramadhan 1447 H
Purworejo — Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen, Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi bertema “Tarhib Ramadhan” pada Ahad, 13 Sya’ban 1447 H / 1 Februari 2026 M, bertempat di SMP Muhammadiyah Bagelen.
Kegiatan pengajian diawali dengan pembacaan Basmalah bersama yang dipimpin oleh pembawa acara. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh siswi kelas 3 MI Muhammadiyah Krendetan, Ananda Kinara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana khidmat dan menambah kekhusyukan jamaah. Selanjutnya, seluruh hadirin menyanyikan lagu “Sang Surya” sebagai bentuk penguatan semangat dan identitas Persyarikatan Muhammadiyah.
Pengajian menghadirkan Ustadz H. Agus Amin Fadillah, S.E., M.M. sebagai pemateri. Dalam pembuka kajiannya, beliau menjelaskan bahwa Tarhib Ramadhan adalah upaya menyambut dan mempersiapkan datangnya bulan suci Ramadhan dengan hati yang lapang, penuh kerinduan, serta kesiapan iman. Ramadhan dipandang sebagai tamu agung yang dimuliakan, bukan sekadar kewajiban ibadah yang dijalani secara rutin.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Amin Fadillah mengajak jamaah meneladani Rasulullah SAW dan para sahabat yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum Ramadhan tiba. Persiapan tersebut meliputi pembersihan hati, pemanasan ibadah, serta pembenahan akhlak dan hubungan sosial. Ramadhan, menurut beliau, merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlak.
Disampaikan pula bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Oleh karena itu, menyambut Ramadhan perlu dilakukan secara menyeluruh, mencakup persiapan mental dan spiritual, kesiapan fisik, penguatan literasi keislaman, serta penataan hubungan sosial agar ibadah yang dijalani lebih berkualitas.
Pada akhir sesi, Ustadz Agus Amin Fadillah menegaskan pesan penting agar umat Islam tidak menjadi “hamba Ramadhan” yang semangat beribadah hanya ketika Ramadhan datang, tetapi menjadi “hamba Allah” yang menjadikan nilai-nilai Ramadhan sebagai pusat orbit kehidupan, sehingga pengaruh Ramadhan tetap terasa sepanjang tahun.
Kegiatan Pengajian Ahad Pagi tersebut ditutup dengan pembacaan doa Kafaratul Majelis, sebagai ungkapan syukur dan permohonan ampun kepada Allah SWT atas seluruh rangkaian kegiatan. Melalui kegiatan ini, PCM Bagelen berharap warga Muhammadiyah dan masyarakat luas dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan yang lebih baik, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi momentum peningkatan iman, amal, dan akhlak mulia.
(Epin Hidayat)



