Agama

PRM Dadirejo Adakan Pengajian Selapanan, Melanjutkan Bahas Kitab Iman

Purworejo — Pengajian selapanan malam Sabtu Pahing yang rutin diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dadirejo kembali digelar pada Jumat malam sabtu, 5 Desember 2025 di Musholla Ash-Shofiyah Jurangkah, Dadirejo, Bagelen. Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB ini dihadiri sekitar 30 jamaah.

H. Hertanto, S.Pd. atas nama panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian selapanan ini merupakan agenda pembinaan keagamaan yang terus dijaga kesinambungannya oleh PRM Dadirejo. “Kami berkomitmen menjadikan pengajian ini ruang belajar bersama yang ringan, jelas, dan membawa manfaat. Semoga jamaah semakin istiqamah hadir dan meramaikan majelis ilmu,” ujarnya.

Pada pertemuan kali ini yang juga disiarkan secara langsung via medsos, kajian diteruskan dari dua pertemuan sebelumnya yang telah mulai membahas buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Materi yang dikaji kali ini masih bab Kitab Iman, khususnya pembahasan tentang iman kepada kitab-kitab Allah dan iman kepada para rasul. Kajiannya merupakan dari buku HPT Jilid I. Adapun buku tersebut memuat berbagai topik penting yaitu bab iman, thaharah, shalat, zakat, puasa, haji, hingga bab jenazah.

Pemateri kajian, KH. Saifuddin—Pengasuh Ponpes Nurul Wahid Krandegan, Bayan, Purworejo—menyampaikan pentingnya memahami ajaran agama melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. “Belajar agama itu jangan hanya dari potongan-potongan. Kita harus memiliki pijakan yang jelas. HPT ini salah satu rujukan yang disusun dengan kehati-hatian ilmiah oleh para ulama tarjih Muhammadiyah,” ungkapnya dalam ceramah.

Beliau juga menekankan bahwa iman kepada kitab dan rasul merupakan fondasi kokoh dalam kehidupan seorang Muslim. “Jika seseorang memahami bahwa wahyu Allah diturunkan untuk membimbing manusia menuju jalan lurus, maka ia akan lebih mudah menerima tuntunan agama dengan hati lapang,” tuturnya.

Sementara itu, para remaja putri Dadirejo turut mengambil peran penting sebagai pengisi acara. Kehadiran mereka diharapkan dapat terus menghidupkan semangat pembinaan kader muda dalam kegiatan keagamaan di tingkat ranting. Panitia mengapresiasi keterlibatan generasi muda ini karena menjadi tanda bahwa PRM Dadirejo tetap dinamis dan berdaya.

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa kajian selapanan berikutnya masih akan melanjutkan pembahasan HPT Jilid I hingga tuntas. Dengan demikian, jamaah diharapkan dapat mengikuti secara berkesinambungan agar mendapatkan pemahaman yang utuh. Pengajian ditutup dengan doa kafaratul majelis, membawa harapan agar kegiatan ini terus menjadi sumber keberkahan bagi warga Dadirejo dan sekitarnya.

(Dede Awan Aprianto)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button