Pendidikan

Ramadhan in Campus SMP Muhammadiyah Bagelen 2026: Belajar Manasik Haji, Leadership, Literasi Medsos, serta Etika Remaja

Purworejo – Bagi para siswa SMP Muhammadiyah Bagelen, Ramadan tahun ini tidak hanya diisi dengan puasa dan tadarus. Melalui program Ramadhan in Campus (RIC) 1447 H / 2026 M, para siswa juga belajar manasik haji, kepemimpinan, literasi media sosial, hingga etika pergaulan remaja dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 9–14 Maret 2026.

Mengusung tema “Ramadhanku Berkualitas, Puasaku Totalitas, Belajarku Tuntas,” kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan penguatan spiritual, pengembangan karakter, serta wawasan sosial bagi para siswa selama bulan suci Ramadan.

Literasi Media Sosial: Siswa Belajar Bijak Bermedsos
Kegiatan Ramadhan in Campus diawali pada Senin (9/3) dengan materi “Bijak dalam Bermedsos.” Materi ini disampaikan oleh Muhammad Asrof Fahrurrozi, S.Sos, seorang content creator dan video editor berlatar belakang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Dalam sesi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menggunakan media sosial secara bijak. Mereka belajar mengenali berita hoaks, menjaga etika dalam berkomentar di dunia maya, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkarya dan menyebarkan konten positif.

Praktik Manasik Haji Menumbuhkan Kerinduan ke Baitullah
Pada Selasa (10/3), kegiatan dilanjutkan dengan praktik manasik haji yang dipandu oleh Ustadz H Dandung Danadi, Ketua KBIHU Muhammadiyah Al-Mukhlisin.

Melalui simulasi tersebut, para siswa dikenalkan secara langsung dengan rangkaian ibadah haji, mulai dari niat ihram, tawaf, sa’i, hingga tahapan simbolik lainnya. Bagi sebagian besar siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama memahami praktik ibadah haji secara lebih nyata.

Antusiasme siswa terlihat dari refleksi yang mereka tuliskan setelah kegiatan. Salah satunya datang dari Kumala Wijayanti, siswi kelas IX SMP Muhammadiyah Bagelen, yang mengaku baru pertama kali memahami tata cara ibadah haji melalui praktik manasik.

“Saya merasa senang bisa mengikuti Ramadhan in Campus karena mendapat banyak materi tentang haji dan umrah untuk pertama kalinya. Melalui praktik manasik ini saya jadi lebih memahami rangkaian ibadah haji. Harapan saya, semoga suatu saat nanti bisa pergi ke Baitullah dan mengamalkan ilmu yang telah saya pelajari,” tulisnya dalam refleksi kegiatan.

Belajar Leadership: Melatih Siswa Memimpin Diri Sendiri
Memasuki hari ketiga, Rabu (11/3), siswa mengikuti sesi “Belajar Leadership.” Materi ini disampaikan oleh Yahya Assidiq, S.E, pengurus Forum Guru Muhammadiyah Purworejo.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan. Kepemimpinan justru dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri, seperti disiplin, tanggung jawab, serta keberanian mengambil peran positif di lingkungan sekitar.

Etika Pergaulan Remaja dalam Islam
Pada Kamis (12/3), kegiatan dilanjutkan dengan materi “Adab Pergaulan Remaja dalam Islam.” Materi ini disampaikan oleh Nurul Zakiyyan Astuti, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam yang aktif dalam kegiatan dakwah remaja.

Dalam sesi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga adab dan batasan pergaulan di era modern. Pembahasan ini menjadi bekal moral bagi siswa dalam berinteraksi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Ramadan dan Kebersamaan Buka Puasa
Menjelang akhir kegiatan, Jumat (13/3) diisi dengan sesi refleksi bersama para guru. Dalam suasana yang hangat dan akrab, siswa diajak merenungkan pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti rangkaian Ramadhan in Campus.

Kegiatan kemudian ditutup pada Sabtu (14/3) dengan kajian Ramadan dan ifthor jama’i (buka puasa bersama) yang disampaikan oleh Wahidin, S.Pd. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di mushola sekolah yang diimami oleh Zumarudin Damam, S.Pd.I.

Melalui program Ramadhan in Campus ini, SMP Muhammadiyah Bagelen berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru selama Ramadan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan pun menjadi momentum pendidikan yang menghadirkan keseimbangan antara ibadah, karakter, dan pembelajaran bagi generasi muda.

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button