
Kunjungan PDM Purworejo di PCM Bruno: Evaluasi Performa dan Penguatan Gerakan Persyarikatan
Purworejo – Kunjungan dan penilaian performa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bruno oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo berlangsung dengan khidmat pada Jumat (13/3/2026) bertepatan dengan 24 Ramadhan 1447 H. Kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB hingga 17.50 WIB dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta salat Magrib berjamaah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi serta evaluasi kinerja cabang di lingkungan Muhammadiyah.
Acara yang diselenggarakan di wilayah kerja Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bruno tersebut dipandu oleh pembawa acara Nur Fahrudin, S.Pd. Dalam pembukaan acara, ia menyampaikan harapan agar kunjungan pimpinan daerah dapat menjadi momentum memperkuat sinergi organisasi dan meningkatkan semangat dakwah di tingkat cabang.
Rangkaian acara diawali dengan kultum Ramadhan yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bruno, Fisun Fahnani. Dalam kultumnya yang berjudul Makna Kata Bismillahirrahmanirrahim, ia menjelaskan bahwa kalimat tersebut bukan sekadar ucapan pembuka, tetapi mengandung nilai tauhid, ketundukan kepada Allah, serta harapan atas kasih sayang-Nya.
Fisun menjelaskan bahwa kata bismillah mengajarkan setiap muslim untuk memulai segala aktivitas dengan menyandarkan diri kepada Allah. Sementara itu, kata Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan keluasan rahmat Allah kepada seluruh makhluk-Nya.
“Kalimat Bismillahirrahmanirrahim mengajarkan kita bahwa setiap pekerjaan hendaknya dimulai dengan mengingat Allah, agar apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan mendapatkan keberkahan,” ujar Fisun dalam tausiyahnya.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PCM Bruno, H. Muh. Mauludin, M.Pd. Ia menyampaikan rasa syukur atas kunjungan pimpinan daerah yang berkenan hadir untuk melakukan pembinaan sekaligus penilaian performa organisasi di tingkat cabang.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi PCM Bruno untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan dakwah, pendidikan, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran pimpinan daerah. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendapatkan arahan sekaligus evaluasi agar organisasi dapat berjalan lebih baik,” kata Mauludin.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pudjiono. Ia menjelaskan bahwa penilaian performa PCM dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, seperti keberadaan kajian rutin, jumlah anggota, keberadaan amal usaha Muhammadiyah, hingga aktivitas dakwah dan pelayanan sosial.
Menurut Pudjiono, PCM merupakan ujung tombak gerakan Muhammadiyah di tingkat masyarakat. Oleh karena itu, cabang harus terus aktif dan produktif dalam menjalankan program-program persyarikatan.
“PCM adalah garda terdepan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan dakwah, pembinaan anggota, serta pelayanan sosial harus terus diperkuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Dandung Danadi juga memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan program KBIHU Muhammadiyah Al-Mukhlisin. Ia menjelaskan bahwa KBIHU merupakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yang berfungsi memberikan pendampingan kepada calon jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dan umrah secara benar sesuai tuntunan syariat.
Menurutnya, keberadaan KBIHU sangat penting karena banyak jamaah yang membutuhkan bimbingan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah di tanah suci.
“KBIHU hadir untuk membantu jamaah memahami tata cara ibadah haji dan umrah dengan benar sehingga dapat menjalankan ibadah secara khusyuk dan sesuai tuntunan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua yang membidangi Lazismu Purworejo, Muh. Mansur, S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada bulan Ramadhan. Ia mengajak warga Muhammadiyah untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar distribusinya dapat lebih terarah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Menurut Mansur, potensi zakat pada bulan Ramadhan sangat besar dan dapat menjadi kekuatan ekonomi umat apabila dikelola secara profesional.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Hadi Susilo, S.P., M.M., yang memperkenalkan program Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam). Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah melalui penguatan sektor pertanian serta kerja sama antarpetani dalam jaringan Muhammadiyah.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan proses penilaian performa PCM Bruno oleh tim dari PDM Purworejo yang terdiri atas Pudjiono, Ustaz Dandung Danadi, Muh. Mansur, dan Hadi Susilo. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator performa organisasi yang telah ditetapkan oleh pimpinan daerah.
Secara umum, hasil penilaian menunjukkan bahwa PCM Bruno telah menjalankan berbagai aktivitas organisasi dengan baik. Meski demikian, tim penilai mencatat masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki, yakni belum adanya kantor resmi PCM sebagai pusat kegiatan organisasi.
Menjelang waktu berbuka puasa, Ustaz Dandung Danadi kembali memberikan kajian singkat mengenai keutamaan malam Lailatulqadar. Dalam kajian tersebut ia menjelaskan bahwa Lailatulqadar merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Ia mengajak para jamaah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan meningkatkan ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa dan istighfar.
“Lailatulqadar adalah malam penuh kemuliaan. Karena itu, mari kita hidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah agar mendapatkan keberkahan yang besar,” tuturnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Suasana kebersamaan tersebut menjadi momen mempererat ukhuwah serta memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan dakwah dan gerakan Muhammadiyah di wilayah Bruno.
(Sabda Bintang P.)



