
Sinergi Lintas Generasi Kegiatan PCM Bagelen: Pemuda Muhammadiyah Pimpin Persiapan Iduladha 2026
PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo membuktikan ketangguhan ekosistem organisasi mereka lewat kolaborasi antar-generasi yang harmonis dan terstruktur. Ratusan warga bersama kader muda tidak hanya aktif meramaikan majelis-majelis ilmu, namun bersinergi bahu-membahu menyukseskan agenda krusial persyarikatan dari tingkat ranting hingga daerah.
Sinergi lintas generasi ini menjadi fondasi utama dalam berbagai kegiatan PCM Bagelen. Keterlibatan aktif peran Pemuda Muhammadiyah tidak hanya terlihat pada kepanitiaan hari besar teknis, tetapi juga mengakar kuat dalam majelis-majelis keilmuan. Para kader muda ini senantiasa membaur bersama tokoh senior dalam setiap kajian tafsir dan pengajian tingkat ranting. Kehadiran generasi penerus ini memastikan transmisi nilai-nilai keislaman dan ideologi persyarikatan berjalan sangat optimal.
Penguatan spiritualitas bagi kader muda tersebut salah satunya tercermin nyata dalam pengajian Malam Jumat Kliwon di Masjid Sunan Geseng. “Surat Al-Ikhlas mengajarkan kemurnian tauhid. Allah Maha Esa, tidak bergantung kepada siapa pun, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya,” ujar H. Masagus Syamsudin. Pemahaman tauhid yang lurus ini dinilai menjadi bekal fundamental bagi angkatan muda dalam menghadapi disrupsi zaman.
Melengkapi fondasi tauhid tersebut, pembinaan mental juga terus digalakkan secara konsisten melalui kajian di akar rumput. Saat mengisi pengajian PRM Krendetan, H. Dandung Danadi membedah kedalaman tafsir Surat Al-Insyirah sebagai suntikan optimisme bagi seluruh jamaah. “Dalam hidup, setiap orang pasti memiliki beban. Namun Surat Al-Insyirah mengajarkan bahwa bersama kesulitan itu Allah juga hadirkan kemudahan. Karena itu warga Muhammadiyah harus tetap sabar, bergerak, dan tidak mudah putus asa,” tegas beliau.
Tongkat Estafet dan Persiapan Iduladha 2026
Semangat pantang menyerah itulah yang kemudian diaktualisasikan secara langsung dalam kerja-kerja riil organisasi. Bukti konkret sinergi lintas generasi ini mewujud sempurna dalam rapat persiapan Iduladha 2026 (1447 H) yang dihelat pada Selasa, 12 Mei 2026. Pimpinan cabang secara aklamasi memberikan kepercayaan penuh kepada Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bagelen. Ketua PCPM Bagelen, Fachri Al-Faqih, S.H.I., langsung mengambil alih komando untuk memimpin koordinasi teknis pelaksanaan kurban dan salat Id yang dipusatkan di Lapangan MIM Krendetan dengan Imam dan khotib H. Hadi Sadsila, S.P, M.M
Kepercayaan besar kepada generasi muda ini tetap diimbangi dengan pagar-pagar nasihat dari para sesepuh persyarikatan. Sebelum rapat teknis bergulir, H. Dandung Danadi kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas spiritual melalui refleksi sejarah dalam Surat Al-Ma’idah. “Jangan sampai hati kita mengeras karena terlalu jauh dari Al-Qur’an dan terlalu dekat dengan kepentingan dunia. Umat Islam harus menjaga iman, amanah, dan akhlak mulia,” pesan beliau di hadapan para penggerak ortom.
Jejak Digital dan Etos Disiplin Organisasi
Seluruh rangkaian aktivitas dakwah kolaboratif ini sekaligus mengukir jejak digital yang sangat solid bagi PCM Bagelen. Geliat organisasi ternyata tidak hanya berpusat pada rutinitas ibadah semata, melainkan juga mencakup pembentukan etos kerja yang profesional. Karakter disiplin ini selaras dengan instruksi tegas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo menjelang agenda strategis Turun ke Bawah (Turba) PWM Jawa Tengah.
Menjawab panggilan tugas yang mensyaratkan ketepatan waktu tersebut, PCM Bagelen memastikan kesiapan penuh jajaran pimpinannya. Sekretaris PCM Bagelen, H. Zumarudin, S.Pd.I., bersama Epin Hidayat dipastikan turun gelanggang mewakili cabang dalam konsolidasi daerah tersebut. Tidak ketinggalan, tokoh persyarikatan H. Dandung Danadi juga turut hadir mengawal kapasitasnya sebagai Ketua KBIHU Al-Mukhlisin. Kesigapan dari berbagai unsur pimpinan ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa roda dakwah di Bagelen terus berputar dinamis melintasi berbagai zaman.
(Epin Hidayat)



