
Dari Falshmob Bendera Merah Putih hingga Tampilan Solo Vokal: Ribuan Anak PAUD Purworejo Gaungkan Pesan Damai dan Cinta Tanah Air
Purworejo – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Purworejo sukses menggelar semarak perayaan Milad ‘Aisyiyah ke-109 dengan penuh kegembiraan dan sarat makna. Mengusung tema nasional “Mengokohkan Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, PDA Purworejo menerjemahkan pesan mulia tersebut melalui pendekatan yang unik dan menyentuh, yakni dengan melibatkan ribuan anak-anak dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo.
Rangkaian kegiatan yang digelar selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Ahad (9–10 Mei 2026), ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas semata. Lebih dari itu, acara ini menjadi wujud nyata penanaman karakter unggul, keberanian, semangat cinta tanah air, serta nilai-nilai Islami yang memupuk rasa persaudaraan dan perdamaian sejak usia dini.
Pada hari pertama, Sabtu (9/5), semarak Milad dibuka dengan rangkaian panggung pra-acara yang memukau dari berbagai lembaga pendidikan ‘Aisyiyah. Anak-anak dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 2 Purworejo tampil memukau membuka acara lewat pertunjukan seni bela diri Tapak Suci yang menampilkan semangat, ketangguhan, dan kedisiplinan.
Suasana kemudian berubah hangat dan syahdu tatkala vocal group “Symphoni ‘Aisyiyah” dari TK ABA 4 Purworejo mengambil alih panggung. Mereka membawakan lagu berjudul “Allah” dan “Rukun Sesama Teman”. Lagu ini sejalan dengan tema Milad, mengajarkan anak-anak arti penting kebersamaan dan kerukunan sebagai fondasi dasar terwujudnya perdamaian.
Nuansa religius semakin kental melalui lantunan hafalan hadis-hadis pilihan yang dibawakan dengan fasih oleh anak-anak TK ABA 1 Purworejo. Tak ketinggalan, kekayaan seni budaya lokal turut ditampilkan lewat gemulai Tari Cimpoling dari siswa-siswi SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo. Acara semakin menyentuh hati para hadirin saat perwakilan dari TK ABA 4 Purworejo membawakan solo vocal berjudul “Kaulah Ibuku”. Rangkaian hari pertama kemudian ditutup dengan atraksi Tapak Suci yang energik dan penuh percaya diri dari siswa-siswi SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo.
Puncak kemeriahan Milad berlanjut pada hari Ahad (10/5). Suasana penuh kebersamaan dan keceriaan tumpah ruah ketika sekitar 1.700 anak PAUD ‘Aisyiyah dari seluruh penjuru Kabupaten Purworejo berkumpul di satu titik. Dalam momen keakraban tersebut, anak-anak secara serentak menyanyikan lagu “Terima Kasih Bunda”.
Lagu ini mengiringi prosesi pemberian tanda cinta berupa untaian bunga anggrek bernuansa ungu dan putih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Pemilihan warna ini sarat akan makna; warna ungu merepresentasikan keanggunan, kreativitas, dan identitas khas kebanggaan masyarakat Purworejo, yang berpadu harmonis dengan warna putih sebagai simbol kesucian, kedamaian, dan ketulusan kasih sayang dari generasi penerus bangsa.
Tema dakwah kemanusiaan untuk terwujudnya perdamaian sangat erat kaitannya dengan penanaman rasa cinta tanah air. Hal ini diejawantahkan melalui aksi flashmob bendera merah putih yang diiringi lagu “Aku Anak Indonesia”, membangkitkan semangat nasionalisme yang bergemuruh di dada ribuan anak. Semarak tersebut dilanjutkan dengan flashmob bendera ‘Aisyiyah beriringan dengan Jingle PAUD ‘Aisyiyah yang semakin menyemarakkan suasana.
Keceriaan anak-anak berlanjut dalam sesi gerak dan lagu Pandu Hizbul Wathan (HW) PAUD serta Senam Anak Indonesia Hebat. Momen ini menjadi semakin istimewa dan meriah ketika para pejabat yang hadir turut turun ke lapangan, berbaur dan senam bersama anak-anak dalam nuansa yang penuh keakraban dan tawa riang.
Sebagai pamungkas acara, dilakukan prosesi pembentangan spanduk harapan. Spanduk ini bukan sekadar kain bertulis, melainkan simbol tanda cinta anak-anak untuk ‘Aisyiyah yang mengusung slogan gerakan sekolah ramah anak: “Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman untuk Generasi Hebat”.
Melalui semarak Milad ke-109 ini, PDA Kabupaten Purworejo kembali menegaskan komitmen kuat ‘Aisyiyah dalam mewujudkan dakwah kemanusiaan yang holistik. Menciptakan lingkungan pendidikan usia dini yang menyenangkan, ramah anak, dan berkarakter Islami adalah langkah awal terpenting untuk mencetak generasi hebat yang akan menjadi agen-agen perdamaian di masa depan.
(A.M. Musdani)



