
PWM Jawa Tengah Turba ke PDM Purworejo, Perkuat Konsolidasi dan Target Kinerja Persyarikatan
PURWOREJO — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melaksanakan Turba atau Turun ke Bawah di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Kamis (14/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kampus 3 Sucen Universitas Muhammadiyah Purworejo itu menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, sinkronisasi program kerja, serta evaluasi capaian persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PDM Purworejo dengan menghadirkan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah H. Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., M.H., beserta tim PWM Jawa Tengah. Turba diikuti jajaran pleno PDM Purworejo, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Purworejo, pimpinan majelis dan lembaga, hingga pimpinan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Purworejo.
Suasana kegiatan berlangsung hangat namun penuh semangat konsolidasi. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan terkait arah kebijakan, evaluasi kinerja, serta program prioritas Muhammadiyah Jawa Tengah untuk tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah H. Muhammad Abduh Hisyam menyampaikan bahwa kegiatan Turba dilakukan untuk mensosialisasikan program prioritas PWM Jawa Tengah kepada seluruh PDM di wilayah Jawa Tengah agar tercipta kesinambungan gerak organisasi.
“Turba ini adalah untuk mensosialisasikan program prioritas tahun 2026 PWM Jawa Tengah kepada PDM se-Jawa Tengah,” ujarnya.
Menurut Abduh Hisyam, sinkronisasi antara PWM dan PDM sangat penting agar seluruh langkah organisasi berjalan searah dan saling menguatkan, terutama dalam penguatan cabang, ranting, dan masjid sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah.
“Sehingga terjadi kesinkronan dalam kita melangkah, terutama yang paling penting pada pemantapan cabang, ranting, dan masjid,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa cabang dan ranting merupakan ujung tombak dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan struktur di tingkat bawah menjadi prioritas penting yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, PWM Jawa Tengah juga memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan mubaligh Muhammadiyah agar dakwah yang disampaikan mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
“Kita butuh pembinaan juga pada mubaligh Muhammadiyah,” tuturnya.
Tidak hanya aspek dakwah, PWM juga mendorong peningkatan tata kelola organisasi, termasuk penguatan kantor dan sumber daya manusia yang bekerja di lingkungan persyarikatan.
Abduh Hisyam menilai staf dan pengelola administrasi persyarikatan memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai keputusan organisasi.
“Bagaimana agar kantor kita termasuk stafnya baik, karena mereka itulah yang akan menjalankan keputusan dari PDM,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan Turba, PDM dapat memahami secara menyeluruh program dan arah kebijakan PWM Jawa Tengah sehingga terjadi kesinambungan kerja antara pimpinan wilayah dan daerah.
“Harapannya dengan ini maka PDM juga tahu apa yang sedang dikerjakan oleh PWM sehingga terjadi kesinambungan kerja antara PWM dan PDM,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDM Purworejo Drs. H. Pujiono menyambut positif pelaksanaan Turba PWM Jawa Tengah di Purworejo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan semangat seluruh unsur persyarikatan Muhammadiyah di daerah.
“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo menerima Turba kunjungan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang dipimpin oleh Ustaz Abduh Hisyam dan timnya,” kata Pujiono.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Turba adalah melakukan evaluasi terhadap capaian indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) yang sebelumnya telah ditargetkan PDM Purworejo.
“Dalam rangka untuk mengevaluasi dan juga memberikan pencerahan bagaimana Key Performance Indicator yang sudah ditargetkan oleh PDM Purworejo sampai sejauh mana tercapai,” ujarnya.
Menurut Pujiono, evaluasi tersebut penting mengingat masa kepengurusan periode saat ini tinggal sekitar satu setengah tahun lagi. Karena itu, seluruh majelis, lembaga, PCM, dan organisasi otonom diharapkan mampu mempercepat capaian target kerja masing-masing.
“Tentu ini menjadi harapan agar semua majelis dan lembaga PDM Purworejo, PCM, dan Ortom itu masing-masing mempunyai target,” katanya.
Ia menegaskan bahwa evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kekurangan semata, melainkan sebagai langkah memperbaiki dan meningkatkan kualitas gerakan Muhammadiyah di Purworejo.
“Tinggal 1,5 tahun periode kita. Semoga kemudian menjadi evaluasi semua sehingga ke depan setidak-tidaknya capaiannya terukur,” ujarnya.
Pujiono berharap capaian program di seluruh unsur persyarikatan dapat mencapai hasil optimal sesuai amanat Musyawarah Daerah Muhammadiyah.
“Kalaupun tidak bisa 100 persen, setidak-tidaknya di atas 70 persen mulai dari ranting, cabang, majelis, dan lembaga sebagaimana yang diamanatkan oleh amanat musyda,” katanya.
Selain evaluasi program kerja, Turba juga menjadi bagian penting dalam konsolidasi amal usaha Muhammadiyah agar mampu berkembang lebih kompetitif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Pujiono, seluruh amal usaha Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun sosial, harus mampu bersinergi dengan pimpinan persyarikatan di tingkat cabang maupun daerah.
“Ini menjadi bagian konsolidasi amal usaha kita untuk bersinergi dengan pimpinan persyarikatan PCM,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah tidak cukup hanya berkembang secara administratif, tetapi juga harus memiliki daya saing dan nilai tambah di tengah masyarakat.
“Amal usaha Muhammadiyah tidak sekadar maju, tetapi harus menjadi daya saing kompetitor yang mempunyai nilai tambah di masyarakat,” katanya.
Menurutnya, masyarakat akan semakin percaya kepada Muhammadiyah apabila amal usaha yang dimiliki benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Sehingga masyarakat memperhitungkan. Amal usaha juga harus menjadi yang memberikan solusi beberapa kesulitan masyarakat untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil-‘alamin,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, para peserta juga mendapatkan penguatan terkait pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, amanah, dan berorientasi pelayanan umat.
PWM Jawa Tengah mendorong agar seluruh unsur Muhammadiyah terus memperkuat gerakan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar persyarikatan.
Penguatan organisasi di tingkat ranting dan cabang juga menjadi perhatian utama karena dinilai sebagai pondasi keberlangsungan dakwah Muhammadiyah di masa depan.
Kegiatan Turba berlangsung interaktif dengan adanya dialog dan penyampaian berbagai masukan dari peserta terkait tantangan yang dihadapi persyarikatan di tingkat daerah.
Beberapa persoalan yang dibahas di antaranya penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas amal usaha, pengembangan dakwah digital, hingga penguatan ekonomi persyarikatan.
Melalui forum tersebut, PWM Jawa Tengah berharap seluruh unsur Muhammadiyah di Purworejo semakin solid dalam menjalankan program-program organisasi dan mampu memperkuat kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat luas.
Pelaksanaan Turba juga menjadi wujud perhatian PWM Jawa Tengah terhadap perkembangan organisasi di daerah sekaligus mempererat hubungan antara pimpinan wilayah dan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 3 Sucen Universitas Muhammadiyah Purworejo tersebut ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan.
Dengan konsolidasi yang semakin kuat, Muhammadiyah Purworejo diharapkan mampu menghadirkan amal usaha yang unggul, pelayanan umat yang luas, serta dakwah yang mencerahkan sesuai cita-cita Islam rahmatan lil-‘alamin.
(A.M. Musdani)



