
Belajar Empati ke Kaligesing: Serunya Outing Class Siswa Kelas 4 SD Aisyiyah Unggulan Purworejo
Purworejo – Pendidikan karakter tidak hanya bisa diajarkan di dalam ruang kelas melalui buku pelajaran. Hal inilah yang mendasari siswa kelas 4 SD Aisyiyah Unggulan Purworejo saat menggelar kegiatan Outing Class ke Panti Asuhan Yatim dan Duafa Muhammadiyah Kaligesing baru-baru ini.
Menggunakan mobil sekolah yang dikemudikan oleh Pak Wikan, rombongan berangkat dengan penuh semangat. Didampingi oleh dua guru pembimbing, Bu Dyna dan Bu Devi, para siswa diajak untuk melihat langsung bagaimana kemandirian dan kedisiplinan ditempa di lingkungan panti asuhan.
Mengenal Kehidupan Panti
Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh pengurus panti yang menjelaskan dinamika keluarga besar di sana. Saat ini, terdapat 36 anak yatim dan duafa yang berada di bawah naungan panti. Dari jumlah tersebut, 24 anak tinggal menetap di panti (mukim), sementara 12 anak lainnya masih tinggal bersama orang tua karena usia yang masih sangat kecil, namun kebutuhan dan pembinaannya tetap ditanggung sepenuhnya oleh pihak panti.
Para siswa kelas 4 tampak terkesima saat mendengar cerita tentang pembiasaan disiplin para penghuni panti. Setiap hari, mereka sudah bangun sebelum waktu Subuh untuk melaksanakan shalat berjamaah. Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan mandiri dengan adanya jadwal memasak bersama untuk kebutuhan makan seluruh penghuni.
Untuk urusan pendidikan, pengurus panti memastikan seluruh anak tetap sekolah. Sebagian besar dari mereka menempuh pendidikan di SMP 24 Kaligesing dan SMK Muhammadiyah Purworejo, dengan fasilitas antar-jemput yang disediakan oleh pengurus.
Antusiasme dan Tanya Jawab
Suasana kunjungan menjadi sangat interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Setelah memperkenalkan diri, beberapa siswa menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi. Rafa, salah satu siswa, melontarkan pertanyaan mengenai makna dari istilah “duafa” agar ia lebih memahami siapa saja yang berhak dibantu. Sementara itu, Lovita menanyakan hal teknis mengenai bagaimana panti mengatur stok makanan agar selalu cukup untuk puluhan anak setiap harinya.
Bu Devi selaku guru pendamping berharap, kegiatan ini bisa membekas di hati para siswa. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kecerdasan sosial dan rasa syukur yang tinggi setelah melihat perjuangan teman-teman mereka di sini,” ungkapnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, membawa pulang pelajaran berharga tentang kemandirian dan indahnya berbagi yang tidak mereka temukan di dalam kelas.
(Devi Damayanti)



