Agama

Pengajian Ahad Pagi PRM Harjobinangun Angkat Keteladanan Ustadz Muhammad Jazir ASP dalam Menghidupkan Masjid

Purworejo — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PCM) Harjobinangun, Kecamatan Grabag menggelar Pengajian Ahad Pagi yang dilaksanakan di Masjid Al Ikhlash Ranting Muhammadiyah Harjobinangun, Grabag pada Ahad, 29 Rajab 1447 H atau bertepatan dengan 18 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Ustadz H. Agus Amin Fadhilah, S.E., M.M., sebagai penceramah.

Pengajian dihadiri oleh Pengurus PCM dan PCA Grabag, Pengurus Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Harjobinangun, para kader, simpatisan Muhammadiyah, serta masyarakat sekitar. Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Amin Fadhilah mengangkat tema “Meneladani Semangat Ustadz Muhammad Jazir ASP: Menghidupkan Masjid, Memberdayakan Umat.”

Dalam pemaparannya, Ustadz Agus menjelaskan bahwa almarhum Ustadz Muhammad Jazir ASP merupakan kader Muhammadiyah yang dikenal tekun, gigih, dan memiliki komitmen kuat dalam menggerakkan dakwah persyarikatan hingga tingkat akar rumput. Kiprah beliau dalam membangun dan mengembangkan Masjid Jogokariyan Yogyakarta telah menjadi teladan nasional dalam pengelolaan dan pemakmuran masjid yang menyentuh aspek ibadah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

“Atas nama keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah, kita menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ustadz Muhammad Jazir ASP pada 22 Desember 2025. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa masjid, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, adalah milik Allah dan seharusnya menjadi pusat kehidupan umat. Pada masa Rasulullah SAW, masjid berfungsi sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, dan penyelesaian persoalan umat. Namun realitas saat ini masih menunjukkan banyak masjid yang megah secara fisik, tetapi belum optimal menjalankan peran sosialnya.

Kondisi tersebut, menurut Ustadz Agus, dijawab oleh Ustadz Muhammad Jazir ASP melalui reformasi manajemen Masjid Jogokariyan sejak beliau menjabat sebagai Ketua Takmir pada tahun 1999. Almarhum juga dikenal aktif sebagai Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Presiden Direktur BKPAKSI, anggota Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM, Wakil Ketua Pengarah AYODYA DIY, anggota Komisi Dakwah MUI DIY, serta konsultan bisnis kuliner yang memberdayakan UMKM jamaah.

Salah satu prinsip yang beliau pegang kuat adalah bahwa masjid harus membela jamaah. Konsep saldo nol rupiah menjadi ciri khas pengelolaan Masjid Jogokariyan, yakni dana infak yang masuk harus segera disalurkan kembali kepada jamaah melalui program-program nyata. Menurutnya, menumpuknya dana masjid justru menjadi tanda masih adanya jamaah yang belum tersentuh kepedulian.

Melalui Masjid Jogokariyan, berbagai program pemberdayaan berhasil dijalankan, seperti ATM beras, penguatan UMKM jamaah, wakaf produktif, dan kegiatan sosial berskala besar khususnya di bulan Ramadhan. Program-program tersebut membuktikan bahwa masjid mampu menjadi solusi persoalan ekonomi dan sosial tanpa kehilangan ruh spiritualnya.

“Warisan dakwah Ustadz Muhammad Jazir ASP bukan pada kemegahan bangunan masjid, tetapi pada hidupnya fungsi masjid di tengah umat. Masjid akan benar-benar hidup ketika umat merasa dimiliki, dilayani, dan diperjuangkan,” tegas Ustadz Agus Amin Fadhilah menutup tausiyahnya.

Sebagai penutup kegiatan, panitia pengajian menyediakan sayuran gratis bagi seluruh jamaah yang hadir, sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah antarwarga.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button