AgamaSosial

Tradisi Buka Puasa Gratis Masjid Darussalam Kaliboto Kembali Hadir

Purworejo — Semangat Ramadan tidak hanya terpancar dari deru doa di dalam saf-saf salat, namun juga dari kepulan asap dapur dan senyum tulus para relawan di pelataran masjid. Tahun ini, Masjid Darussalam Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, kembali menghidupkan tradisi mulia: Program Buka Puasa Gratis sepanjang bulan suci Ramadan.

Terletak strategis di jalur utama Jl. Magelang km 11.5, Kaliboto, Bener, tepat di depan BRI Unit Bener, masjid ini bertransformasi menjadi oase bagi siapa saja yang melintas. Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kolaborasi antara Takmir Masjid Darussalam dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bener.

Filosofi Keikhlasan: Siapa Saja Boleh Memberi, Siapa Saja Boleh Menerima
Berbeda dengan program formal yang sering kali kaku, Masjid Darussalam mengusung konsep kebebasan yang unik. “Siapa saja boleh memberi, dan siapa saja boleh menerima.” Kalimat sederhana ini menjadi fondasi gerakan sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Target penerima manfaatnya sangat luas, mulai dari warga sekitar yang ingin merasakan kebersamaan, jamaah masjid, hingga para musafir yang tengah menempuh perjalanan jauh di jalur Magelang-Purworejo. Keberadaan program ini memastikan bahwa tidak ada satu pun orang di lingkungan Kaliboto yang terpaksa berbuka hanya dengan segelas air putih karena keterbatasan.

Tanpa Jadwal, Tanpa Batas: Mengalir Bagaikan Air
Satu hal yang paling menarik dari inisiatif di Masjid Darussalam ini adalah ketiadaan jadwal donatur maupun jadwal menu yang mengikat. Di saat banyak organisasi menetapkan kalender ketat untuk donasi, Takmir Masjid Darussalam memilih jalan “organik”.

“Kami tidak ingin membatasi keinginan orang untuk berbuat baik. Siapa saja boleh menjadi donatur dan kapan saja mereka siap, mereka bisa datang membawa kontribusinya tanpa harus terikat jadwal tertentu,” ujar salah satu perwakilan Takmir.

Kebebasan ini ternyata justru memicu antusiasme yang luar biasa. Setiap harinya, meja-meja di area masjid selalu terisi. Bentuk sumbangannya pun beragam, mencerminkan ketulusan hati para muhsinin (orang-orang baik):

Bahan Baku makanan seperti Beras, sayuran, bumbu dapur, hingga minyak goreng.

Uang Tunai: Yang kemudian dikelola oleh panitia untuk menutupi kebutuhan mendesak.

Makanan Siap Saji: Sayur Matang, lauk, jajanan pasar, aneka minuman hingga buah-buahan segar yang siap dibagikan.

Menariknya, geliat berbagi ini juga merambah ke sektor ekonomi lokal. Banyak pedagang makanan di lingkungan sekitar masjid yang ikut menyisihkan sebagian dagangannya. Mereka tidak hanya mencari laba, tetapi juga mengejar keberkahan di bulan seribu bulan ini.

Dapur Kasih Sayang: Peran Vital Ibu-Ibu Takmir
Di balik tersajinya ratusan porsi makanan setiap sore, ada sosok-sosok tangguh yang bekerja dalam diam. Mereka adalah Ibu-ibu Takmir Masjid Darussalam. Sejak siang hari, dapur masjid telah riuh dengan aktivitas memotong sayur, mengolah bumbu, dan menata piring.

Dengan penuh kesabaran, mereka memastikan setiap makanan yang disajikan layak, sehat, dan lezat. Peran mereka tidak berhenti di dapur; saat waktu berbuka tiba, ibu-ibu inilah yang dengan sigap melayani para jamaah dan musafir, memastikan semua orang mendapatkan bagian dengan adil dan ramah. Kehadiran mereka memberikan sentuhan “rumah” bagi para perantau yang mungkin rindu masakan ibu di kampung halaman.

Spirit Berbagi: Walau Seadanya
Kegiatan ini menjadi pengingat kuat bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Spirit untuk selalu memberi, meski dalam jumlah kecil atau kondisi terbatas, adalah ruh dari kegiatan ini. Seorang pedagang kecil yang menyumbangkan sepuluh bungkus tempe mendoan memiliki nilai kemuliaan yang sama dengan mereka yang menyumbangkan nominal besar.

Bagi para musafir, keberadaan Masjid Darussalam Kaliboto adalah anugerah. Jalur Magelang-Purworejo dikenal padat dan melelahkan. Kehadiran masjid yang ramah musafir—menyediakan tempat istirahat yang nyaman, akses ibadah tepat waktu, serta makanan berbuka gratis—menjadi penawar lelah yang tak ternilai harganya.

Apresiasi dan Harapan ke Depan
Pihak Takmir Masjid Darussalam tidak henti-hentinya memanjatkan syukur. Melalui pernyataan resminya, mereka menyampaikan apresiasi terdalam:

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muhsinin yang telah berpartisipasi, baik dengan harta maupun tenaga. Terima kasih juga kepada para relawan dan Lazismu Bener yang telah bekerja keras menyiapkan segalanya setiap hari. Tanpa dukungan kolektif ini, program ini tidak akan berjalan seindah sekarang.”

Harapan besar digantungkan agar konsistensi ini tetap terjaga. Bukan hanya untuk Ramadan tahun ini hingga akhir Ramadhan nanti, tetapi juga menjadi warisan kebaikan yang terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Penutup: Sebuah Pesan dari Kaliboto
Masjid Darussalam Kaliboto telah membuktikan bahwa masjid bukan sekadar bangunan untuk sujud, melainkan pusat peradaban yang memanusiakan manusia. Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang melintas di depannya, ada sebuah ketenangan yang ditawarkan: ketenangan bagi mereka yang memberi dan kebahagiaan bagi mereka yang menerima.

Jika Anda kebetulan melintasi Jl. Magelang km 11.5 saat azan Magrib berkumandang, singgahlah sejenak. Rasakan hangatnya persaudaraan dalam sepiring nasi dan segelas teh hangat di Masjid Darussalam Kaliboto. Karena di sini, pintu kebaikan selalu terbuka lebar bagi siapa saja.

Laporan: Tim Media Masjid Darussalam Kaliboto PCM Bener
Ramadan 1447 H / 2026 M

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button