Agama

Pengajian Ahad Pagi Ranting Muhammadiyah Aglik Hadirkan Ustadz H. Dandung Danadi, Ajak Jamaah Bergembira dengan Karunia Allah

Purworejo – Suasana penuh khidmat dan semangat Ramadhan terasa di Masjid Al Muslimun saat Ranting Muhammadiyah Aglik, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo menggelar Pengajian Ahad Pagi, Ahad, 12 Ramadhan 1447 H (1 Maret 2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ustadz H. Dandung Danadi, anggota Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah, dengan mengangkat tema “Bi Fadli wa Rahmatihi”.

Lebih dari 300 jamaah Muhammadiyah se-Kecamatan Grabag dan masyarakat sekitar memadati masjid sejak pagi hari, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menuntut ilmu di bulan suci.

Bergembira dengan Karunia dan Rahmat Allah

Dalam tausiyahnya, Ustadz Dandung mengawali dengan mengutip QS. Yunus ayat 58, bahwa dengan karunia dan rahmat Allah hendaknya kaum mukminin bergembira, karena itu jauh lebih baik daripada apa yang manusia kumpulkan di dunia.

Beliau menjelaskan, rasa senang atau tidak senang seringkali dipengaruhi oleh indra dan persepsi manusia yang terbatas, sebagaimana diisyaratkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 216. Padahal, karunia Allah sering kali tersembunyi di balik sesuatu yang tidak kita sukai.

Tema Bi Fadli wa Rahmatihi dijabarkan dalam tiga bentuk karunia besar Allah:

  1. Turunnya Al-Qur’an
    Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dan bagi orang-orang bertakwa. Mensyukurinya bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami, mentadabburi, mengamalkan, dan mengajarkannya.
  2. Hidayah melalui Nabi Muhammad SAW
    Rasulullah adalah rahmatan lil ‘alamin. Cara mensyukurinya adalah menjaga kehormatan beliau, memperbanyak shalawat, serta ittiba’ (mengikuti sunnahnya).
  3. Hidayah Iman
    Iman harus terus diperbarui agar semakin berkualitas, salah satunya dengan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan memperdalam pemahaman agama.

Hikmah dan Syukur atas Hidayah Ramadhan

Ramadhan juga termasuk bagian dari Bi Fadli wa Rahmatihi. Tujuan puasa, sebagaimana QS. Al-Baqarah ayat 183, adalah membentuk insan yang bertakwa.

Ustadz Dandung memaparkan beberapa hikmah puasa, di antaranya: menyehatkan badan, menumbuhkan empati sosial, mengasah kasih sayang, serta melatih pengendalian hawa nafsu.

Adapun cara mensyukuri hidayah Ramadhan antara lain:

  • Memperbaharui niat ibadah.
  • Memperbanyak istighfar dan taubat.
  • Meningkatkan amal shalih.
  • Mengurangi kebiasaan yang tidak bermanfaat.
  • Mengingat dan merenungi hikmah-hikmah puasa.

Di akhir tausiyah, beliau menegaskan pentingnya mencari hikmah dalam setiap syariat. Karena Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dengan memahami hikmah puasa, diharapkan kualitas ibadah Ramadhan semakin meningkat dan menghadirkan ketakwaan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian Ahad pagi ini menjadi momentum penguat iman sekaligus pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan pada apa yang dikumpulkan, tetapi pada karunia dan rahmat Allah yang dirasakan dan disyukuri.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button