
Pengajian Ahad Pagi PCM Purwodadi Bahas Makna Iman dalam Hadits Arba’in
Purworejo — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwodadi kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Ahad Pagi pada Ahad, 24 Jumadil Akhir 1447 H bertepatan dengan 14 Desember 2025. Kegiatan rutin ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Purwodadi dan diikuti oleh warga Muhammadiyah/Aisyiyah serta masyarakat umum dengan penuh antusias.
Pengajian Ahad Pagi kali ini menghadirkan Ustadz Musa Al Fitri dari Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Bayan sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Musa melanjutkan kajian Kitab Hadits Arba’in An-Nawawiyah, khususnya pada hadits kedua yang membahas tentang hakikat iman.
Kepala SMP Muhammadiyah Purwodadi yang diwakili oleh Tri Atmojo, A.Md. dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Pengajian Ahad Pagi merupakan salah satu ikhtiar persyarikatan untuk menguatkan pemahaman keislaman warga Muhammadiyah secara berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya kajian hadis sebagai landasan dalam membangun kehidupan beragama yang lurus dan berkemajuan.
“Melalui pengajian rutin ini, PCM Purwodadi berharap warga persyarikatan tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki pemahaman yang benar tentang ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ustadz Musa Al Fitri menjelaskan bahwa hadits kedua dalam Hadits Arba’in—yang dikenal sebagai Hadits Jibril—memuat fondasi utama ajaran Islam, yakni Islam, iman, dan ihsan. Pada pengajian kali ini, pembahasan difokuskan pada pengertian iman beserta unsur-unsurnya.
“Iman itu bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan,” jelas Ustadz Musa di hadapan jamaah.
Ia menerangkan bahwa iman mencakup keyakinan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Menurutnya, keenam rukun iman tersebut harus dipahami secara utuh agar melahirkan sikap hidup yang benar dalam keseharian.
Lebih lanjut, Ustadz Musa menekankan bahwa iman bersifat dinamis, bisa bertambah dan berkurang. Oleh karena itu, seorang Muslim perlu terus menjaga dan meningkatkan kualitas imannya melalui ibadah, amal saleh, serta akhlak yang baik.
“Jika iman benar, maka akan tercermin dalam kejujuran, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah dan sebagai anggota masyarakat,” tuturnya.
Pengajian berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif. Sejumlah jamaah tampak mencatat materi, sementara sebagian lainnya aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Hal ini menunjukkan tingginya minat jamaah terhadap kajian hadis yang disampaikan secara sistematis dan kontekstual.
Kegiatan Pengajian Ahad Pagi ditutup dengan doa dan ajakan untuk terus istiqamah mengikuti kajian keislaman yang diselenggarakan PCM Purwodadi. Panitia berharap pengajian ini dapat menjadi sarana pembinaan iman dan penguatan ruhiyah bagi warga Muhammadiyah serta masyarakat Purwodadi secara luas.
(A.A. Fadillah)



