
Aisyiyah Purworejo Luncurkan Lagu “Cahaya Dunia” pada Seminar Pendidikan Politik Perempuan
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan lagu berjudul Cahaya Dunia pada Ahad (16/11/2025). Peluncuran tersebut menjadi salah satu rangkaian acara dalam Seminar Pendidikan Politik Perempuan yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Lagu Cahaya Dunia diciptakan oleh Nurani, anggota Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDA Purworejo sekaligus guru SMP Muhammadiyah Purworejo. Karya ini mendapat sambutan hangat dari ratusan peserta seminar yang hadir.
Nurani menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari keinginannya menggambarkan sosok perempuan berkemajuan sebagaimana karakter Aisyiyah.
“Lagu ini adalah bentuk penghormatan kepada perempuan pejuang yang memiliki keteguhan iman, kecerdasan berpikir, dan keberanian menjawab panggilan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, Cahaya Dunia bukan sekadar karya musikal, tetapi juga pesan moral yang ingin disampaikan kepada generasi perempuan agar terus bangkit, berdaya, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial maupun politik.
“Saya ingin setiap perempuan yang mendengar lagu ini merasa bahwa langkah kecil mereka pun berarti dan dapat menggugah perubahan,” tambahnya.
Dalam liriknya, lagu ini menonjolkan karakter perempuan yang berakhlak mulia, berpikir cerdas, moderat, inklusif, serta tidak takut menghadapi perbedaan. Nilai-nilai tersebut merujuk pada tujuh karakter perempuan berkemajuan yang menjadi identitas Aisyiyah. Melalui bait-bait puitis, sosok perempuan digambarkan sebagai pribadi dengan niat tulus, iman yang kokoh, serta kemampuan menjaga marwah diri.
Ketua PDA Purworejo dalam sambutannya turut mengapresiasi peluncuran lagu tersebut. Ia menyebut bahwa Cahaya Dunia menjadi simbol semangat baru bagi kader Aisyiyah.
“Lagu ini merepresentasikan perjuangan perempuan Aisyiyah dari masa ke masa. Bahwa Aisyiyah bukan hanya cerita sejarah, tetapi nyata dan terus bergerak menjawab tantangan zaman,” katanya.
Peluncuran lagu ini sekaligus memperkuat pesan utama seminar bahwa pendidikan politik perempuan harus terus ditumbuhkan melalui berbagai media, termasuk seni dan budaya. Dengan cara itu, nilai-nilai pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Dalam sinopsis resmi yang dibacakan pada acara tersebut, Cahaya Dunia digambarkan
sebagai sebuah ode liris yang memuliakan sosok perempuan ideal. Setiap langkah perempuan dalam lagu ini disebut penuh makna, dilandasi niat tulus, serta mencerminkan keteguhan spiritual dan kecerdasan intelektual. Perempuan digambarkan sebagai agen pembaharuan (tajdid) yang bersikap moderat (wasathiyah), inklusif, dan ikhlas dalam beramal.
Bagian reff lagu menjadi penegasan bahwa Aisyiyah adalah “cahaya” yang nyata. Sosok perempuan Aisyiyah dianggap tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga warisan perjuangan yang tidak akan padam. Satu langkah kecilnya diyakini mampu mengubah arah semesta dan membawa cahaya bagi kehidupan.
Dengan peluncuran Cahaya Dunia, PDA Purworejo berharap semangat perempuan berkemajuan dapat semakin kuat bergema, tidak hanya di lingkungan Aisyiyah, tetapi juga di masyarakat luas. Lagu ini direncanakan akan dipopulerkan dalam berbagai kegiatan organisasi sebagai bentuk penguatan identitas dan motivasi kader.
(A.M. Musdani)



