Agama

Kajian Ahad Pagi PCM Bagelen: KH Wakiyo Paparkan Kunci Keluarga Sakinah, Jamaah Pulang Bawa Sayur Gratis

PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen kembali menggelar agenda rutin Kajian Ahad Pagi yang didukung oleh Lazismu. Kegiatan pengajian ini diselenggarakan di SMP Muhammadiyah Bagelen pada Ahad Wage, 4 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 hingga 07.15 WIB. Kajian yang menghadirkan narasumber KH Wakiyo Darojat ini dihadiri dengan antusias oleh ratusan warga Muhammadiyah Bagelen, perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bagelen.

Dalam tausiyahnya, KH Wakiyo menyampaikan materi inti yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yakni panduan membentuk keluarga yang sakinah. Beliau menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga sangat bergantung pada sinergi sikap suami dan istri. “Suami yang baik adalah sosok yang bisa ngemong atau memperlakukan istrinya dengan baik, baik dari segi ucapan maupun tindakan,” tuturnya. Di sisi lain, seorang istri yang baik harus taat dan penurut kepada suami, serta senantiasa menjaga diri agar tidak mengecewakan pasangannya.

Selain urusan pembinaan keluarga, KH Wakiyo juga mengingatkan jamaah mengenai tantangan hidup. Beliau menyebutkan bahwa godaan utama manusia di dunia (hubbuddunya) bermuara pada tiga ujian besar, yaitu harta, tahta, dan wanita. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa umat manusia selepas wafatnya Nabi Muhammad SAW terbagi menjadi tiga kelompok, yakni kaum kafirin, munafikin, dan mukminin.

Kelak di akhirat, manusia juga akan terbagi ke dalam dua golongan. Pertama, golongan kanan (ashabul yamin) yang terdiri dari orang-orang muslim, mukmin, muttaqin, dan muhlisin. Kedua, golongan kiri (ashabussimal) yang meliputi kaum musyrikin, munafiqin, kafirin, dan murtadin.

Menariknya, pada Kajian Ahad Pagi kali ini, PCM Bagelen turut menyediakan sayur-mayur segar secara gratis bagi seluruh jamaah yang hadir. Pembagian sayur gratis ini menjadi bentuk kepedulian sosial dan sarana berbagi kebahagiaan antarwarga persyarikatan. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh berkah ini kemudian diparipurnakan dengan membaca doa kafaratul majelis secara bersama-sama.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.”
(Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu).

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button