AgamaPendidikan

Istima’ul Qur’an 30 Juz di Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Dua Santri Tuntaskan Hafalan dengan Gemilang

PURWOREJO — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo pada Ahad (24/5/2026). Pondok pesantren tersebut menggelar kegiatan Istima’ul Qur’an bagi santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an sebagai bentuk syukur sekaligus apresiasi atas capaian luar biasa para santri penghafal Al-Qur’an.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo itu diikuti oleh dua santri, yakni Dzarif Mudzaffar, santri kelas 12, serta Miftahul Jannah, santriwati pengabdian yang telah menyelesaikan pendidikan hingga kelas 12. Keduanya memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan para asatidz, pimpinan pondok, wali santri, dan tamu undangan yang hadir.

Acara tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan pesantren, khususnya dalam mencetak generasi hafidz dan hafidzah yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua santri menyelesaikan hafalan 30 juz merupakan nikmat besar yang patut disyukuri bersama.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT. Hari ini Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo telah mengadakan Istima’ul Qur’an kepada santriwan dan santriwatinya yang telah lulus menghafal sampai dengan 30 juz. Ini suatu kesyukuran yang luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi santri-santri lainnya untuk terus semangat dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan para hafidz dan hafidzah tidak berhenti pada proses menghafal, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan kepribadian sehari-hari.

“Mudah-mudahan apa yang sudah baik ini bisa diikuti oleh adik-adiknya nanti. Harapan kita bagi dua hafidz ini yakni Santriwan Dzarif Mudzaffar dan Santriwati Miftahul Jannah, mudah-mudahan bisa mengemban amanah besar menjadi hafidz dan hafidzah Al-Qur’an serta hamalatul Qur’an. Tercermin di dalam perilaku, sikap, dan pikiran yang semuanya adalah Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga berharap tradisi mencetak penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan terus berkembang dan menjadi lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

Kegiatan Istima’ul Al-Qur’an tersebut memiliki berbagai tujuan mulia. Selain menjaga kemutqinan hafalan agar tetap kuat, lancar, dan terhindar dari lupa melalui sima’an secara langsung, kegiatan itu juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri santri saat memperdengarkan hafalan di hadapan guru, orang tua, dan masyarakat.

Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an sehingga hafalan tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Istima’ul Al-Qur’an juga menjadi bentuk syukur atas nikmat kemampuan menghafal Al-Qur’an sekaligus motivasi bagi santri lain agar terus bersemangat dalam murojaah dan menuntaskan hafalan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bayan, Rofiq Nurhadi, turut memberikan apresiasi kepada pondok pesantren atas keberhasilannya membina para santri penghafal Al-Qur’an.

“Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bayan mengucapkan selamat kepada Pondok Pesantren Darul Arqom atas prestasi dua santrinya di dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pondok tersebut juga telah meluluskan satu santri penghafal 30 juz pada beberapa bulan lalu yakni Santriwati Nasyiatulaili Ashma` Dhia, sehingga hingga saat ini sudah terdapat tiga santri yang berhasil menyelesaikan hafalan secara penuh.

“Pada hari ini telah kita simak bersama dua santri yang sebelumnya juga sudah ada satu santri yang telah menyelesaikan hafalannya pula, sehingga sampai hari ini yang sudah selesai 30 juz ada tiga santri. Tentu ini sangat membahagiakan bagi kami Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bayan,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi dan kerja sama seluruh elemen pondok pesantren telah membuahkan hasil nyata. Ia optimistis pada masa mendatang jumlah hafidz dan hafidzah dari Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan akan terus bertambah.

“Mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak lagi yang dapat menyelesaikan karena di antara santri yang lain sudah ada yang mencapai 20 juz,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran ustaz, guru, pembimbing, dan pengurus pondok yang telah mendampingi para santri selama proses menghafal Al-Qur’an.

“Sekali lagi selamat kepada Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, kepada segenap jajaran ustaz, guru, para pendamping, pengurus semuanya kami ucapkan terima kasih. Jazakumullah khairan katsiran,” ucapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan para wali santri yang hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satunya, Triyono, mengaku bersyukur atas keberhasilan putrinya menyelesaikan hafalan 30 juz di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo.

“Alhamdulillah pada hari ini anak saya telah menyelesaikan hafalannya 30 juz di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo ini,” ujarnya penuh haru.

Ia berharap putrinya mampu menjaga hafalan dengan baik dan terus meningkatkan kualitas diri sebagai seorang hafidzah. Selain itu, ia juga berharap pondok pesantren tersebut terus berkembang dan menjadi rujukan pendidikan Islam bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Kabupaten Purworejo.

“Harapannya ke depan bisa menjaga hafalannya agar bisa lebih baik lagi. Dan pada Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo kedepannya semoga bisa semakin berkembang, semakin maju, semakin banyak lagi santrinya, dan bisa menjadi salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren yang menjadi rujukan khususnya bagi warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Purworejo untuk memondokkan anaknya di sini,” katanya.

Pelaksanaan Istima’ul Al-Qur’an tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para peserta memperdengarkan hafalan Al-Qur’an secara bergantian di hadapan hadirin. Selain menjadi ajang pengujian hafalan, kegiatan tersebut juga mempererat ukhuwah Islamiyah antara santri, asatidz, wali santri, dan masyarakat melalui majelis Al-Qur’an.

Momentum itu sekaligus menjadi sarana syiar Islam dan dakwah Al-Qur’an di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas. Dengan lahirnya para hafidz dan hafidzah muda, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjadi penerang umat di masa depan.

Kontributor: A.M. Musdani

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button