
Darurat Kemarau 2026, Rapat MDMC Bagelen Putuskan Irigasi Galon Bekas hingga Penyaluran Air Bersih
PURWOREJO – Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (MDMC) Cabang Bagelen, Kabupaten Purworejo, menetapkan langkah darurat mitigasi kemarau panjang 2026. Keputusan ini diketuk dalam rapat koordinasi pengurus di Kauman Timur, Sabtu (18/7/2026) malam di kediaman beliau selatan Masjid Al-Ikhlas PCM Bagelen , yang berfokus pada penyelamatan bibit pohon aren dan krisis air bersih warga.
Ketua MDMC Bagelen, Sidik Pramono, menegaskan penggunaan sistem irigasi tetes galon bekas yang dilubangi sebagai solusi taktis menjaga kelembaban akar seribu bibit aren di kawasan Embung Sokoagung. Pernyataan ini dipertegas oleh Wakil Ketua MDMC Bagelen, Syaiful Ashari, yang menyoroti tingginya urgensi penyelamatan ekosistem aren di puncak kemarau tahun ini guna menghindari kematian massal tanaman.
Terkait eksekusi lapangan, Koordinator MDMC Bagelen, Nashikin, memastikan kesiapan armada untuk mengangkut puluhan galon bekas menuju embung. Langkah ini dipercepat oleh kesanggupan anggota MDMC, Tyasmoko, yang memfasilitasi pengadaan awal 25 hingga 100 galon bekas.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Sekretaris MDMC Bagelen, Epin Hidayat, menyerukan pembukaan donasi galon bekas dan dana operasional. Merespons hal tersebut, anggota MDMC, Sudirman, mengajukan usulan pemanfaatan 10 hingga 15 persen dana infak masjid guna mendanai operasional MDMC. Usulan ini akan segera dikaji secara kelembagaan.
Nashikin menambahkan, penyelamatan aren adalah mitigasi jangka panjang karena akarnya yang panjang mampu menahan longsor dan mengikat cadangan air. Ia juga membeberkan bahwa JATAM Purworejo kini menggalakkan penanaman pohon aren, dengan memproyeksikan Desa Sokoagung dan Tlogokotes sebagai sentra aren masa depan.
Tidak hanya urusan ekologi, Sidik Pramono turut menginstruksikan kesiapsiagaan darurat kekeringan bagi warga di Kecamatan Bagelen. Ia mengarahkan para relawan untuk bersinergi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Bagelen dalam pendistribusian pasokan air bersih ke lokasi terdampak, termasuk membuka opsi penggalangan dana operasional secara mandiri.
Pada segmen akhir, rapat membahas agenda keorganisasian. Bendahara MDMC Bagelen, Daffa Ulufanuri, menyoroti kesiapan Purworejo sebagai tuan rumah Pelatihan Relawan Kebencanaan MDMC tingkat Wilayah Jawa Tengah. Ia meminta kepastian kuota peserta dari Bagelen dan kesanggupan pengurus jika ditarik ke dalam kepanitiaan.
Menutup rapat, MDMC Bagelen memastikan partisipasi penuh dalam agenda Hari Bermuhammadiyah yang akan digelar pada 2 Agustus 2026 di PCM Purwodadi. Seluruh personel dijadwalkan bertolak bersama menuju lokasi acara, langsung setelah mengikuti rutinitas pengajian Ahad pagi di SMP Muhammadiyah Bagelen.
Kontributor: Epin Hidayat



