
Launching Kampung Aren: Tuai Apresiasi Tokoh
Ketua PWM Jawa Tengah: Satu Pohon Aren, Sejuta Manfaat
Pengajian Akbar Hari Ber-Muhammadiyah semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir, M.Ag., yang menyampaikan tausiah sekaligus memberikan apresiasi atas lahirnya Kampung Aren Keduren.
Menurutnya, langkah yang dilakukan PDM Purworejo merupakan inovasi dakwah yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Ia menilai, di tengah meningkatnya tantangan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, gerakan penanaman pohon aren menjadi bentuk dakwah yang menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah saya menyampaikan apresiasi kepada PDM Purworejo, khususnya MPM, JATAM, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Keduren yang telah menyelenggarakan Hari Ber-Muhammadiyah dengan agenda launching Kampung Aren. Program ini patut diapresiasi karena lahir di tengah krisis lingkungan yang sedang kita hadapi,” ujarnya.
Menurut Tafsir, pohon aren merupakan tanaman konservasi yang memiliki nilai strategis. Selain menjaga kesuburan tanah dan cadangan air, hampir seluruh bagian tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pohon aren adalah pohon konservasi yang menjaga lingkungan sekaligus memiliki manfaat luar biasa, mulai dari gula aren, nira, kolang-kaling hingga berbagai produk lainnya. Sungguh, satu pohon sejuta manfaat,” katanya.
Ia berharap gerakan yang dimulai di Desa Keduren tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.
Pengajian Akbar: Menjaga Harmoni Allah, Manusia, dan Alam
Dalam tausiahnya, Dr. Tafsir mengajak jamaah merenungkan pesan-pesan Al-Qur’an mengenai keseimbangan kehidupan. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an berbicara mengenai tiga unsur utama, yaitu Allah sebagai Al-Khaliq, manusia sebagai makhluk, dan alam sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya.
Menurutnya, ketiga unsur tersebut harus berjalan dalam harmoni yang diwujudkan melalui akhlak yang baik.
Ia mengingatkan bahwa seorang muslim tidak cukup hanya membangun hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga harus menjaga hubungan dengan sesama manusia serta merawat alam sebagai amanah Allah Swt.
Dr. Tafsir juga mencontohkan kebiasaan Rasulullah saw. ketika bangun tidur. Beliau duduk terlebih dahulu, memandang langit, kemudian berdoa. Kebiasaan tersebut, menurut Tafsir, mengandung pelajaran tentang pentingnya menghadirkan keseimbangan jiwa sekaligus membaca tanda-tanda kebesaran Allah melalui alam semesta.
Selain itu, ia menegaskan bahwa memahami Islam tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu keagamaan seperti nahwu dan sharaf. Dakwah juga harus didukung ilmu sosial, perkembangan teknologi, serta pemahaman terhadap budaya masyarakat agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
Di akhir pengajian, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan gerakan menanam pohon sebagai bagian dari ibadah.
“Menjaga alam adalah menjaga ayat-ayat Allah yang terbentang di hadapan kita. Ketika alam lestari, kehidupan manusia pun akan memperoleh keberkahan,” pesannya.
PCNU Purworejo Berikan Apresiasi
Kegiatan tersebut juga memperoleh apresiasi dari Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal.
Ia menyampaikan rasa syukur dapat menghadiri undangan Pengajian Akbar Hari Ber-Muhammadiyah sekaligus Launching Kampung Aren Keduren.
“Kami dari PCNU Kabupaten Purworejo mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan Hari Ber-Muhammadiyah sekaligus launching Desa Keduren sebagai Kampung Aren. Semoga membawa keberkahan, manfaat, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antarorganisasi keagamaan di Kabupaten Purworejo dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
Pemerintah Desa Optimistis Kampung Aren Terwujud
Kepala Desa Keduren, Ahmad Sutopo, S.Pd., menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mengawal keberhasilan program Kampung Aren.
Menurutnya, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPDAS Yogyakarta, dalam penyediaan bibit aren sehingga gerakan penanaman dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat semakin antusias menanam pohon aren. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis Kampung Aren benar-benar terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa manfaat aren tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga mampu memperbaiki ekosistem dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Desa Keduren.
Camat Purwodadi: Potensi Menjadi Agrowisata
Senada dengan Kepala Desa, Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani, S.STP., M.H., melihat Kampung Aren memiliki peluang besar menjadi destinasi agrowisata baru di Kabupaten Purworejo.
Menurutnya, lokasi Desa Keduren yang berada di jalur strategis akan mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis pertanian aren sekaligus mendorong lahirnya berbagai produk unggulan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung program ini. Desa Keduren memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan agrowisata sekaligus pusat pengembangan produk berbahan aren,” katanya.
Asosiasi Aren Indonesia Targetkan Satu Juta Pohon Aren
Dukungan juga datang dari DPP Asosiasi Aren Indonesia (AAI). Perwakilan AAI, Warsito, menjelaskan bahwa aren merupakan tanaman yang memiliki manfaat sangat lengkap, baik dari aspek ekonomi maupun konservasi lingkungan.
Menurutnya, akar pohon aren mampu menyimpan air, mencegah longsor, mengurangi abrasi, sekaligus menjaga ketersediaan air pada musim kemarau.
Di sisi lain, permintaan dunia terhadap gula aren terus meningkat karena dinilai lebih sehat dibandingkan gula pasir.
“Dunia sekarang mulai beralih ke gula aren. Permintaannya sangat besar, tetapi Indonesia belum mampu memenuhinya. Ini adalah peluang ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” jelas Warsito.
Ia bahkan menargetkan gerakan penanaman satu juta pohon aren di Kabupaten Purworejo sehingga daerah tersebut dapat menjadi salah satu sentra produksi gula aren terbesar di Indonesia.
Dakwah yang Menanam Harapan
Pelaksanaan Hari Ber-Muhammadiyah tahun 2026 menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pengajian Akbar tidak hanya menjadi ruang memperkuat spiritualitas, tetapi juga melahirkan gerakan sosial, ekonomi, dan pelestarian lingkungan yang berdampak jangka panjang.
Peluncuran Kampung Aren Keduren menjadi bukti bahwa nilai Islam Berkemajuan mampu diterjemahkan dalam program yang menyinergikan dakwah, ilmu pengetahuan, konservasi alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gerakan ini juga menjadi pengingat bahwa pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar investasi lingkungan, melainkan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. Dari Desa Keduren, Muhammadiyah Purworejo mengirimkan pesan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan merawat bumi, menguatkan umat, dan menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan.
Dengan semangat kolaborasi antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta masyarakat, Kampung Aren diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi, konservasi, dan ekonomi berbasis aren yang mampu mengangkat kesejahteraan warga sekaligus memperkuat posisi Purworejo sebagai kabupaten yang berkemajuan, lestari, dan berdaya saing.
Melalui Hari Ber-Muhammadiyah 2026, Muhammadiyah Purworejo kembali menegaskan bahwa dakwah tidak berhenti pada lisan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata yang memberi manfaat bagi manusia, alam, dan masa depan bangsa.
Kontributor: A.M. Musdani



