
PP Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Sambut Mahasiswa UTP Malaysia, Siapkan International Training STEM
PURWOREJO – Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah (PPDA) Bayan – SMP Muhammadiyah Jono, Bayan, Purworejo, bersiap menerima kunjungan mahasiswa Rakan Masjid Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia dalam rangka pelaksanaan International Training of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kompleks Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan dan SMP Muhammadiyah Jono tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan internasional sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran berwawasan global bagi santri dan pelajar Muhammadiyah.
Pelaksanaan training akan diampu oleh mahasiswa Rakan Masjid Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia. Sementara itu, panitia teknis melibatkan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah Jono serta SD Muhammadiyah Bayan.
Kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo. Peserta terdiri atas murid SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Purworejo serta santri PPDA Muhammadiyah Bayan yang berasal dari SMP Muhammadiyah Jono dan SMA Muhammadiyah Purworejo.
Melalui kegiatan ini, lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak hanya ingin menghadirkan pelatihan STEM, tetapi juga membangun ruang perjumpaan akademik dan budaya antara pelajar Indonesia dan Malaysia. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta didik mengenai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan di tingkat internasional.
Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, M.Pd., mengatakan pihaknya siap menyambut kedatangan mahasiswa Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan momentum penting untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada santri dan siswa.
“Kami siap menyambut kunjungan mahasiswa Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia di Perguruan Muhammadiyah Bayan. Kegiatan ini bertujuan membuka jendela dunia bagi santri dan siswa Muhammadiyah melalui kolaborasi internasional dengan Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia,” ujar Erlinda.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang unggul dalam STEM, berkarakter Islami, kreatif, kolaboratif, dan siap berkontribusi dalam menghadapi tantangan global.
Menurut Erlinda, pembelajaran STEM menjadi semakin penting karena peserta didik tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan solutif. Karena itu, pengalaman belajar bersama mahasiswa dari perguruan tinggi internasional diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi peserta.
Direktur PPDA Muhammadiyah Bayan Purworejo, Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga perlu diarahkan pada penguatan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
“Mari kita jadikan program besok ini sarana untuk melahirkan ulama yang intelek, bukan sekadar intelek yang tahu agama,” kata Nurrosyid.
Pesan tersebut menjadi salah satu semangat utama dalam pelaksanaan kegiatan. Pendidikan di lingkungan Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memiliki kedalaman iman, akhlak, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Selain santri dan siswa, kegiatan tersebut juga akan dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan pemangku kepentingan. Di antaranya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo, Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah PDM Purworejo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bayan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Purworejo, Tim Pengembang Pondok Pesantren, Camat Bayan, Kepala Desa Jono, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pesantren, organisasi Muhammadiyah, pemerintah wilayah, dan mitra pendidikan internasional.
International Training STEM ini juga diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kerja sama pendidikan yang lebih luas pada masa mendatang. Selain meningkatkan kompetensi STEM, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan budaya akademik internasional, membangun kepercayaan diri peserta didik, serta menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bertaraf internasional.
Kolaborasi antara Perguruan Muhammadiyah Bayan dan mahasiswa Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang inovatif, berkemajuan, terbuka terhadap dunia, tetapi tetap kokoh dalam nilai-nilai Islam.
(A.A. Musdani)



