
Dari Embung Bagelen, Kami Belajar Bersyukur
PURWOREJO – SMP Muhammadiyah Bagelen kembali menggelar kegiatan Islamic Camp pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan kali ini dikemas secara menarik melalui agenda tadabbur alam dan outbound yang dilaksanakan di kawasan Embung Bagelen, Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen.
Kegiatan Islamic Camp diawali dengan perjalanan peserta menuju Mushola Al Islah Nur, Dusun Sekangun, Desa Sokoagung. Setibanya di lokasi, para siswa dan guru SMP Muhammadiyah Bagelen mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat setempat, Bapak Wahidin, S.Pd., yang juga merupakan Ketua Majelis Dikdasmen PCM Bagelen.
Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh peserta melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di Mushola Al Islah Nur. Setelah shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan murojaah Juz 30 bersama Ustadz Ikhwan, S.Pd.I.. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibaca bersama-sama menambah kekhusyukan dan semangat spiritual para peserta Islamic Camp.
Selanjutnya, Bapak Wahidin, S.Pd. memberikan kultum yang berisi pesan-pesan keislaman, motivasi, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan Allah Swt., sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Para siswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan.
Setelah rangkaian kegiatan rohani selesai, seluruh peserta menikmati makan siang bersama. Momen sederhana tersebut menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan masyarakat yang hadir.
Usai makan siang, petualangan berikutnya pun dimulai. Seluruh peserta berjalan kaki menuju Embung Bagelen. Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah karena peserta harus berjalan dan mendaki di tengah teriknya matahari sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, panasnya mentari tidak menyurutkan semangat para siswa. Dengan penuh antusiasme, mereka terus melangkah bersama, saling menyemangati dan menikmati perjalanan.
Sesampainya di Embung Bagelen, para siswa terlebih dahulu diajak berkeliling sambil menikmati keindahan alam di sekitar embung. Pemandangan alam yang indah di tengah musim kemarau memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta.
Namun, di balik keindahan tersebut, para siswa juga menyaksikan kondisi embung yang airnya mulai surut. Hal itu menjadi tanda bahwa musim kemarau sedang melanda Desa Sokoagung. Bahkan, beberapa kali terlihat kendaraan bermotor melintas sambil membawa jeriken berisi air bersih. Pemandangan tersebut menjadi pembelajaran nyata bagi para siswa tentang betapa berharganya air dalam kehidupan manusia.
Setelah berkeliling embung, para peserta beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan utama, yaitu tadabbur alam yang dipandu oleh Ustadz Ikhwan, S.Pd.I.. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak merenungkan kebesaran Allah Swt. melalui ciptaan-Nya serta memahami pentingnya menjaga dan mensyukuri nikmat alam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai permainan outbound yang dipandu oleh Bapak Wahidin, S.Pd.. Berbagai aktivitas yang dilakukan tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga melatih kerja sama, kekompakan, keberanian, kepemimpinan, dan rasa saling peduli di antara para siswa.
Tanpa terasa, waktu Asar pun tiba. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, rombongan kembali menuju Bagelen untuk melaksanakan shalat Asar berjamaah. Selanjutnya, para siswa dan guru kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pengalaman dan cerita yang berharga.
Kegiatan Islamic Camp kali ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta. Dari perjalanan dan tadabbur alam tersebut, siswa belajar bahwa air merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri dan dijaga. Ketika melihat masyarakat harus membawa air bersih menggunakan jeriken karena musim kemarau, mereka semakin memahami bahwa tidak semua tempat memiliki kemudahan akses terhadap air.
Selain itu, perjalanan menuju Embung Bagelen juga mengajarkan pentingnya kekompakan dan kebersamaan. Langkah yang terasa berat menjadi lebih ringan ketika dilakukan bersama. Semangat saling membantu dan menyemangati menjadi pengalaman berharga yang diharapkan dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Islamic Camp SMP Muhammadiyah Bagelen menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Alam adalah sekolah yang luas, perjalanan adalah pengalaman, dan kebersamaan adalah pelajaran yang akan selalu dikenang.
“Dari alam kita belajar bersyukur, dari perjalanan kita belajar berjuang, dan dari kebersamaan kita belajar bahwa langkah yang berat akan terasa ringan ketika dilakukan bersama.”
(Sayidah Sholihah)



