
Atasi Kekeringan, PCPM Bruno Berkolaborasi dengan KOKAM dan MDMC Melakukan Droping Air Bersih
PURWOREJO – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bruno berkolaborasi dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Bruno dan Muhammadiyah Disater Manajemen Center (MDMC) Cabang Bruno melaksanakan kegiatan dropping air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, berlokasi di Dusun Gemawang, Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan menjadi penerima bantuan air bersih dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan 17 personel gabungan yang terdiri dari unsur MDMC, KOKAM, dan PCPM Bruno. Para personel bersama-sama mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan dropping air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Keterbatasan ketersediaan air bersih menjadi tantangan bagi warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kolaborasi lintas unsur Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan aksi bersama untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air bersih. Kami berkolaborasi dengan KOKAM dan MDMC Cabang Bruno, juga dengan Supplier Air milik warga Kamasan yaitu Depot Air Minum QITA. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.” ujar Fisun Fahnani, Ketua PCPM Bruno sekaligus Koordinator Lapangan.
Kolaborasi bersama ini diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kemanfaatan dan membantu sesama.
“Terima kasih kepada seluruh relawan atas perhatian dan kepeduliannya untuk kami, malam ini kami lega, ada bantuan air untuk aktivitas besok pagi, apalagi besok banyak warga yang juga salat Jumat” ungkap Wahit, warga terdampak.
Melalui kegiatan ini, semangat Ta’awun dan kepedulian sosial terus dihidupkan, bahwa keberadaan organisasi bukan hanya menjadi ruang berkegiatan, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Sabda)



