
Pengajian Jumat Kliwon PRM Patutrejo Bahas Syarat Terkabulnya Doa, Jamaah Diajak Memperbaiki Adab dalam Berdoa
PURWOREJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo kembali menggelar Pengajian Rutin Selapanan Jumat Kliwon pada Jumat, 3 Safar 1448 H bertepatan dengan 17 Juli 2026, bertempat di Masjid Al Ustadz Patutrejo. Kegiatan berlangsung mulai bakda salat Jumat hingga menjelang Ashar dengan diikuti oleh pengurus PCM dan PCA Grabag, PRM dan PRA Patutrejo, wali santri TPQ Al Ustadz Patutrejo, serta jamaah dan masyarakat sekitar.
Hadir sebagai pemateri, Ustadz Musa Al Fitri Al Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Bayan. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan tema “Syarat Terkabulnya Doa”, mengajak jamaah memahami bahwa doa bukan sekadar permohonan, tetapi juga memerlukan kehadiran hati, kekhusyukan, waktu-waktu yang mustajab, serta adab yang benar sesuai tuntunan syariat.
Mengutip penjelasan para ulama, Ustadz Musa menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya memanfaatkan waktu-waktu istimewa untuk berdoa, seperti sepertiga malam terakhir, saat azan, di antara azan dan iqamah, setelah salat fardu, ketika imam naik mimbar pada hari Jumat hingga selesai salat Jumat, serta di akhir waktu hari Jumat setelah Asar.
Selain memilih waktu yang utama, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab ketika berdoa, di antaranya menghadap kiblat, dalam keadaan suci, mengangkat kedua tangan, memulai doa dengan memuji Allah, berselawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, memperbanyak istigfar, menghadirkan hati dengan penuh ketundukan, bertawasul dengan nama-nama Allah yang mulia, hingga memperbanyak sedekah sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam meraih keberkahan doa.
Di akhir kajian, Ustadz Musa Al Fitri Al Hafidz mengajak seluruh jamaah untuk tidak pernah merasa lelah berdoa dan senantiasa memperbaiki kualitas ibadah. Dengan hati yang ikhlas, khusyuk, dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, seorang hamba akan semakin dekat dengan rahmat Allah SWT yang Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya.
Melalui pengajian rutin ini, diharapkan semangat menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran Islam terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga mampu memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat luas.
Kontributor: Triyono



