Tulisan

Bagaimana Agar Anak Menjadi Saleh dan Salehah? Ini Pesan Penting untuk Orang Tua

Setiap orang tua mendambakan kehadiran anak-anak yang saleh dan salehah. Anak bukan hanya anugerah, tetapi juga amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, pendidikan terbaik sejak dini menjadi landasan penting dalam membentuk karakter dan akhlak mereka.

Dalam sebuah kajian yang disampaikan kepada masyarakat, dipaparkan bahwa amanah berupa anak tidak boleh disia-siakan. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan, ketika manusia wafat, terputuslah semua amal kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Inilah sebabnya, anak saleh dianggap sebagai aset terbesar bagi orang tua.

Peran Utama Orang Tua, Terutama Ibu

Pesan R.A. Kartini kembali diingatkan dalam kajian tersebut, bahwa ibu merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak. Pendidikan karakter, kasih sayang, keteladanan, dan kecerdasan seorang ibu sangat menentukan arah tumbuh kembang anak menuju kepribadian yang beriman dan berakhlak baik.

Model Pendidikan Luqman: Pondasi Membangun Anak Saleh

Al-Qur’an memberikan contoh pendidikan terbaik melalui kisah Luqman Al-Hakim dalam Surah Luqman ayat 13–15. Dua pesan utama yang disoroti adalah:

  1. Menanamkan Tauhid sejak dini
    Luqman mengajarkan anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah. Nilai tauhid ini menjadi dasar moral dan spiritual anak hingga dewasa.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua
    Allah memerintahkan anak untuk berbuat baik kepada orang tua, selama tidak diminta untuk mempersekutukan-Nya. Bahkan jika harus berbeda pendapat dalam urusan akidah, anak tetap diperintahkan untuk bergaul dengan cara yang baik.

Kedua hal inilah yang menjadi pondasi karakter anak saleh: hubungan yang lurus dengan Allah, dan hubungan yang mulia dengan orang tua.

Doa Orang Tua: Cita-Cita Keluarga Berkah

Kajian tersebut juga mengutip doa indah dalam Surah Al-Furqan ayat 74:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa ini menjadi ungkapan harapan setiap orang tua agar keluarga mereka menjadi sumber kedamaian dan kekuatan iman.

Peran Keteladanan dalam Keluarga

Melalui suasana hangat dan mesra dalam pengasuhan, anak-anak diharapkan tumbuh dengan kebiasaan baik, seperti rajin salat, mengaji, belajar, dan menghormati orang tua. Keteladanan orang tua—bukan hanya ucapan—menjadi kunci keberhasilan pendidikan tersebut.

Harapan dan Ajakan

Pesan penutup dari sesi kajian mengajak seluruh keluarga untuk terus berjuang dengan ikhlas dan sabar dalam mendidik generasi penerus. “Semanten rumiyin, mugi-mugi kita saget ngamalaken,” demikian pesan yang disampaikan sebagai harapan agar ilmu yang diterima dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan komitmen bersama, orang tua optimis dapat membimbing putra-putri mereka menuju generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bertakwa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penulis :

Tri Pujiarta

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button