Sosial

Lazismu Purworejo Berpartisipasi pada Konferensi Internasional, Angkat Isu Zakat Hijau untuk Lingkungan Pesisir

Lazismu Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan gerakan filantropi Islam yang berkelanjutan dan berkemajuan dengan berpartisipasi pada 1st International Conference on Sharia Economics and Business Innovation (1st ICSEBI) yang diselenggarakan oleh IAIN Langsa, Aceh, pada 19–20 November 2025. Forum ilmiah bergengsi ini diikuti oleh peserta dari beberapa kampus di Indonesia dan Malaysia.

Dalam kegiatan tersebut, Lazismu Purworejo diwakili oleh Wiwit Widhi S, S.E., M.E. yang mempresentasikan hasil risetnya secara online. Paper yang dibawakan berjudul “The Role of Green Zakat and Infaq Funds to Sustainability Coastal Environment”. Riset ini mengangkat peran penting dana zakat dan infak dalam mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir melalui aksi nyata penanaman pohon Cemara Laut sebagai benteng alami dari abrasi dan kerusakan ekosistem akibat perubahan iklim ekstrim.

Wiwit menyampaikan, “Kami berterimakasih kepada panitia penyelenggara dan teman-teman diskusi yang secara aktif dan kritis memberi masukan atas paper kami. Bahwasannya, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat global bahwa dana zakat dan infak tidak hanya relevan untuk program-program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Penanaman pohon Cemara Laut oleh Lazismu Purworejo di Pantai Keburuhan, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah adalah contoh konkret bahwa filantropi Islam mampu memberi dampak ekologis, sekaligus berkontribusi pada SDG 14″.

Lantas, bagaimana Islam memandang hal demikian ? Jelas disebutkan dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 56 yang artinya janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdo’alah kepada Allah dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

Keikutsertaan Lazismu Purworejo dalam konferensi internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi lembaga tidak hanya pada tataran praktis, tetapi juga teoritis dan empiris di kancah global. “Partisipasi seperti ini penting agar Lazismu Purworejo dapat terus memperkuat Research and Development (R&D), membangun jejaring akademik dan profesional dalam bidang filantropi Islam, dan menghadirkan kontribusi ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan filantropi Islam kontemporer” ujar Wiwit.

Melalui partisipasi dalam forum ini, Lazismu Purworejo berharap semakin banyak program pemberdayaan lingkungan yang dapat dikembangkan berbasis dana umat, sehingga tidak sebatas memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan kemanusiaan, tetapi juga menjaga kelestarian alam semesta.

(Wiwit Widhi S.)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button