
PCNA Bagelen Gelar Kajian Ramadhan di TPQ Masjid Sunan Geseng Kauman Bagelen Bersama Ustadz Fachri Al Faqih: Penguatan Rukun Iman, Hafalan Doa Setelah Tarawih, dan Pengenalan Nama Nabi dan Rasul
Purworejo — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik, PCNA Bagelen menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman menjelang berbuka puasa bagi para santri di TPQ Masjid Sunan Geseng Kauman Bagelen. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Ramadhan 1447 H mulai pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa dengan suasana penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan.
Kajian disampaikan oleh Ustadz Fachri Alfaqih dengan pendekatan yang komunikatif, interaktif, serta menyesuaikan dengan usia peserta didik. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman dasar agama sejak usia dini sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter muslim yang beriman dan berakhlak mulia.
Materi pertama yang disampaikan adalah tentang enam rukun iman. Ustadz Fachri menjelaskan bahwa rukun iman merupakan dasar keyakinan seorang muslim yang harus diyakini sepenuh hati, meliputi iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para nabi dan rasul, hari kiamat, serta qadha dan qadar.
Penjelasan diberikan dengan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami anak-anak, seperti keyakinan bahwa Allah selalu melihat perbuatan manusia sehingga mendorong mereka untuk berperilaku baik.
Materi kedua adalah hafalan doa setelah shalat tarawih. Para santri diajak membaca doa secara bersama-sama dengan pengulangan yang dipandu langsung oleh pemateri. Metode ini membuat anak-anak lebih mudah menghafal sekaligus memahami makna doa yang dipanjatkan setelah melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Suasana menjadi lebih hidup ketika peserta diminta mengulang hafalan secara bergantian, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian.
Materi ketiga berupa pengenalan nama-nama nabi dan rasul. Ustadz Fachri menjelaskan bahwa para nabi dan rasul adalah teladan terbaik bagi umat manusia dalam hal keimanan, kesabaran, dan akhlak mulia. Anak-anak diajak menyebutkan nama-nama nabi secara bersama-sama, sekaligus diberikan kisah singkat beberapa nabi untuk menumbuhkan kecintaan serta semangat meneladani sifat-sifat mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias, terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, mengulang hafalan, serta berinteraksi selama kajian berlangsung. Momentum menjelang berbuka puasa dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama menjelang adzan maghrib dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan. Melalui kegiatan ini diharapkan para santri tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga merasakan kebahagiaan belajar Islam di bulan Ramadhan serta semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
(Epin Hidayat)



