Sosial

Relawan Ambulans Muhammadiyah Jawa Tengah Perkuat Solidaritas dan Sinergi Layanan Kemanusiaan dalam Rakorwil dan Silaturahmi Forum Ambulans Muhammadiyah Jawa Tengah (FAMJAT) 2026

Klaten — Lebih dari 350 relawan Ambulans Muhammadiyah dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah berkumpul dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Silaturahmi Forum Ambulans Muhammadiyah Jawa Tengah (FAMJAT) yang diselenggarakan di Kabupaten Klaten pada 17–18 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan soliditas relawan, serta memperteguh komitmen pelayanan kemanusiaan Ambulans Muhammadiyah di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Kegiatan Rakorwil dan Silaturahmi FAMJAT tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Relawan Ambulans Muhammadiyah dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kehadiran perwakilan dari DIY menegaskan semangat lintas wilayah dalam membangun jejaring pelayanan kemanusiaan yang solid, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik dalam kondisi darurat, bencana, maupun layanan sosial sehari-hari.

Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Relawan Ambulans Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bener. Keikutsertaan Relawan Ambulans PCM Bener menjadi wujud nyata komitmen cabang Muhammadiyah di tingkat akar rumput untuk terus berperan aktif dalam pelayanan umat dan masyarakat luas melalui layanan ambulans yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kemanusiaan universal.

Acara Rakorwil dan Silaturahmi FAMJAT berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Selain menjadi ajang koordinasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antarsesama relawan yang selama ini lebih banyak berinteraksi di lapangan, khususnya dalam situasi darurat dan bencana. Suasana kebersamaan dan semangat pengabdian tampak jelas dari para relawan yang datang dari berbagai latar belakang profesi dan daerah.

Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., hadir secara langsung dan memberikan sambutan pada pembukaan acara. Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh relawan Ambulans Muhammadiyah yang selama ini telah berkontribusi besar dalam membantu masyarakat, khususnya dalam layanan kesehatan darurat dan penanganan bencana.

Menurut Hamenang, keberadaan Ambulans Muhammadiyah telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik, terutama di sektor kemanusiaan. Ia menilai para relawan ambulans tidak hanya bekerja dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan ketulusan dan semangat pengabdian yang tinggi.

Selain menyampaikan apresiasi, Bupati Klaten juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan berbagai potensi dan objek wisata yang dimiliki Kabupaten Klaten. Ia berharap kehadiran ratusan relawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY dapat sekaligus mengenal lebih dekat Kabupaten Klaten, sehingga mampu mendorong promosi daerah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Ketua Forum Ambulans Muhammadiyah Jawa Tengah (FAMJAT), M. Husni Thamrin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas tingginya tingkat kehadiran peserta Rakorwil. Ia menilai antusiasme para relawan menjadi indikator kuat bahwa semangat kebersamaan dan pengabdian di tubuh Ambulans Muhammadiyah Jawa Tengah terus tumbuh dan menguat.

“Hampir seluruh anggota FAMJAT dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah hadir. Ini menunjukkan bahwa relawan Ambulans Muhammadiyah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap penguatan koordinasi dan peningkatan kualitas layanan,” ujar Husni.

Secara khusus, Husni memberikan apresiasi tinggi kepada relawan dari Kabupaten Banjarnegara. Meski daerah tersebut masih berada dalam masa pemulihan pascabencana longsor, lebih dari 40 relawan dari Banjarnegara tetap hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rakorwil.

“Ini luar biasa. Di tengah kondisi daerah yang masih berupaya bangkit pascabencana, semangat para relawan Banjarnegara tidak surut. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi relawan dari daerah lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Husni juga menegaskan pentingnya peningkatan silaturahmi dan koordinasi antarkabupaten dalam tubuh Ambulans Muhammadiyah. Menurutnya, tantangan pelayanan kemanusiaan ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan sinergi yang kuat, tidak hanya antarunit ambulans, tetapi juga dengan berbagai unsur Muhammadiyah lainnya.

Ia menekankan bahwa Ambulans Muhammadiyah perlu terus bersinergi dengan LAZISMU, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau MDMC, Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA), serta majelis dan lembaga Muhammadiyah lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Selain itu, Husni menegaskan bahwa layanan Ambulans Muhammadiyah diberikan kepada masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun status sosial. Prinsip inklusivitas tersebut, menurutnya, merupakan nilai dasar yang menjadikan Ambulans Muhammadiyah diterima luas oleh masyarakat.
Saat ini, Ambulans Muhammadiyah di wilayah Jawa Tengah tercatat berjumlah sekitar 230 unit yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Jumlah tersebut belum termasuk ambulans yang dimiliki oleh rumah sakit dan klinik Muhammadiyah. Dengan jumlah armada yang besar dan jaringan relawan yang luas, Ambulans Muhammadiyah menjadi salah satu kekuatan utama Muhammadiyah dalam bidang pelayanan sosial dan kemanusiaan.

Di tingkat cabang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bener menjadi salah satu contoh nyata konsistensi pelayanan. Sejak tahun 2020, PCM Bener telah memiliki satu unit ambulans yang selalu siap melayani masyarakat. Ambulans tersebut dioperasikan oleh relawan yang bekerja secara sukarela dengan semangat membantu sesama.

Dalam menjalankan misinya, Ambulans Muhammadiyah PCM Bener tidak bekerja sendiri. Mereka aktif bersinergi dengan unit Ambulans Muhammadiyah lainnya di seluruh Jawa Tengah dan DIY. Bahkan, kerja sama juga dilakukan dengan ambulans dari luar Muhammadiyah, baik yang dikelola oleh organisasi kemasyarakatan, yayasan, partai politik, maupun lembaga lainnya.

Selama tahun 2025, Ambulans PCM Bener mencatatkan lebih dari 160 kali layanan, baik untuk layanan dalam kota maupun luar kota. Layanan tersebut meliputi pengantaran pasien, rujukan medis, layanan sosial, hingga dukungan pada kegiatan kemanusiaan dan kedaruratan. Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulans sekaligus dedikasi relawan dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Rakorwil dan Silaturahmi FAMJAT juga menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesejahteraan Umum dan Resiliensi Bencana, Dr. dr. Agus Taufiqurrahman, S.Ps., M.Kes. Kehadiran tokoh nasional Muhammadiyah ini memberikan motivasi dan penguatan ideologis bagi seluruh relawan Ambulans Muhammadiyah yang hadir.

Dalam sesi motivasinya, dr. Agus mengajak seluruh relawan untuk bangga menjadi bagian dari Relawan Ambulans Muhammadiyah. Ia menyebut bahwa Ambulans Muhammadiyah saat ini telah menjadi salah satu pilar dakwah Muhammadiyah yang paling nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Setiap hari, ratusan ambulans Muhammadiyah terlihat di jalan-jalan kota dan desa, mengibarkan panji Muhammadiyah. Ambulans-ambulans ini hadir melayani masyarakat yang membutuhkan, tanpa pamrih dan tanpa sekat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Ambulans Muhammadiyah tidak hanya dirasakan dalam layanan kesehatan sehari-hari, tetapi juga di berbagai lokasi bencana di seluruh Indonesia. Di situlah nilai dakwah kemanusiaan Muhammadiyah benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata.

Di akhir penyampaiannya, dr. Agus menegaskan pentingnya kerja sama yang terstruktur antara relawan, lembaga, dan struktur Muhammadiyah. Dukungan pendanaan, menurutnya, akan dikawal oleh LAZISMU adalah Amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merupakan Center Fundraising atau lembaga resmi penghimpun dana Muhammadiyah. Sementara itu, operasional lapangan akan dijalankan melalui kerja sama dengan lembaga, majelis, dan unsur terkait lainnya.

Melalui Rakorwil dan Silaturahmi FAMJAT ini, diharapkan koordinasi dan kekuatan jaringan Ambulans Muhammadiyah semakin solid. Para relawan tidak hanya dipersatukan oleh kesamaan organisasi, tetapi juga oleh semangat kemanusiaan dan komitmen melayani umat dan bangsa. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ambulans Muhammadiyah terus bergerak, hadir, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

(Fatnan Firdaus)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button