
Tarawih Silaturahim PCM Bagelen Malam ke-10 Ramadhan 1447 H di Masjid Ad-Darussalam Tlogokotes
Purworejo – Semarak syiar Islam di bulan suci Ramadhan terus digiatkan oleh segenap unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah. Pada Kamis malam, 26 Februari 2026 yang bertepatan dengan malam ke-10 Ramadhan 1447 H, kegiatan sholat Isya dan Tarawih berjamaah berlangsung dengan sangat khidmat di Masjid Ad-Darussalam Tlogokotes, Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.
Kehadiran jamaah yang memenuhi shaf-shaf masjid mencerminkan tingginya antusiasme dan semangat ibadah masyarakat di fase sepertiga pertama bulan penuh ampunan ini.
Bertindak sebagai imam sekaligus penyampai kultum pada malam tersebut adalah Ustadz Erwin Burhanuddin, utusan dari PCM Bagelen. Dalam mukadimahnya, Ustadz Erwin mengawali majelis dengan ungkapan rasa syukur yang mendalam atas nikmat iman dan kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadhan yang sarat keberkahan. Beliau menyapa jamaah dengan penuh kehangatan serta menitipkan pesan moral agar kekompakan jamaah senantiasa terjaga, semakin solid, dan terus berkembang ke arah yang berkemajuan. Beliau menekankan bahwa kemakmuran sebuah masjid—yang ditandai dengan tidak surutnya jumlah jamaah—merupakan indikator utama hidupnya denyut nadi keimanan di tengah umat.
Memasuki inti tausiyahnya, Ustadz Erwin membagikan sebuah kisah sarat hikmah tentang keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan pada suatu ketika, Rasulullah didatangi oleh seorang petani miskin yang dengan tulus menghadiahkan seikat hasil panen anggurnya. Rasulullah menyambut baik pemberian tersebut dan memakan anggur itu butir demi butir sembari tersenyum bahagia, tanpa membagikannya sedikit pun kepada para sahabat yang hadir. Usut punya usut, ternyata anggur tersebut memiliki rasa yang sangat masam. Rasulullah sengaja menghabiskannya sendiri semata-mata demi menjaga martabat sang petani, agar para sahabat tidak menunjukkan ekspresi spontan yang berpotensi melukai hati si pemberi.
Dari keteladanan akhlak Sang Nabi tersebut, Ustadz Erwin menggarisbawahi dua pilar hikmah yang sangat relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pertama, umat Islam diajarkan untuk senantiasa menerima pemberian tulus dari orang lain dengan penuh sukacita demi menjaga perasaannya, terlebih dalam tradisi saling berbagi takjil maupun bingkisan Lebaran di bulan suci ini.
Kedua, Islam melarang keras umatnya untuk mencela makanan, sekurang apa pun cita rasanya. Beliau mengajak jamaah untuk bersikap bijak dengan menyadari batasan selera lidah yang berbeda-beda, tanpa harus melontarkan kritik yang tidak perlu.
Sebagai penutup rangkaian kultum, penceramah mendoakan agar mutiara hikmah dari kisah tersebut membawa dampak nyata bagi keseharian para jamaah, khususnya dalam merawat adab sosial dan kelembutan hati. Rangkaian majelis yang penuh berkah ini diakhiri dengan lantunan doa kafaratul majelis, “Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik,” dan ditutup dengan salam paripurna.
Melalui kegiatan Tarawih Silaturahim ke masjid dan mushola binaan, PCM Bagelen berharap ukhuwah Islamiyah warga Desa Tlogokotes semakin erat, serta semangat dalam memakmurkan masjid terus menyala hingga pasca-Ramadhan. Jamaah pun meninggalkan area masjid dengan hati yang tenang dan motivasi baru untuk terus mengamalkan pesan-pesan.
(Epin Hidayat)



