
Purworejo – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo pada Kamis (12/3/26). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak yang tengah menjalani masa pembinaan.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menjadi tempat anak yang berhadapan dengan hukum menjalani masa pidana sekaligus pembinaan dengan rentang usia 12–18 tahun. Berbeda dengan lembaga pemasyarakatan pada umumnya, LPKA memiliki fokus utama pada rehabilitasi melalui pendidikan formal, pelatihan keterampilan kerja, serta pembinaan karakter agar anak-anak dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
LPKA Kelas I Kutoarjo merupakan bagian dari jajaran Pemasyarakatan di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lembaga ini membina Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang berasal dari 35 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa Tengah dengan rentang usia 14 tahun hingga belum mencapai usia 18 tahun. Saat ini jumlah anak binaan yang berada di LPKA Kelas I Kutoarjo tercatat sebanyak 89 anak, terdiri dari 85 anak laki-laki dan 4 anak perempuan.
Kedatangan rombongan PDA Kabupaten Purworejo disambut dengan hangat oleh Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kelas I Kutoarjo, Ibu Tanti Widiyanah, A.Md.IP., S.H., beserta jajarannya. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo, Drs. Pudjiono, serta pemateri Bapak Lambang Subarkah H., S.Pd, perwakilan LLHPB PDA Kabupaten Purworejo yang juga merupakan Guru SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo.
Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan penampilan hadroh yang dibawakan oleh anak binaan LPKA Kutoarjo. Penampilan tersebut menambah semarak suasana kebersamaan dalam menyambut kegiatan buka puasa bersama.
Selanjutnya, Ketua PDA Kabupaten Purworejo, Ibu Nur Ngazizah, M.Si., M.Pd, menyampaikan sambutan sekaligus tausiyah. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat kisah Ashabul Kahfi (penghuni gua) yang menceritakan tentang tujuh pemuda beriman yang mempertahankan akidah mereka dari kekuasaan raja zalim, Daqyanus. Mereka bersembunyi di dalam gua dan ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun (tahun Hijriah) atau 300 tahun (tahun Masehi). Kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi tersebut menjadi bukti kekuasaan Allah sekaligus memberikan pelajaran tentang keteguhan iman dan harapan akan perubahan menuju kebaikan, sebagaimana proses ulat yang bertransformasi menjadi kupu-kupu.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sekaligus praktik keterampilan oleh Bapak Lambang Subarkah H., S.Pd tentang pemanfaatan limbah plastik menjadi bunga hias. Dalam sesi ini, para anak binaan diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses mengolah limbah plastik menjadi kerajinan bunga yang memiliki nilai estetika dan potensi nilai jual. Ia menjelaskan bahwa dengan modal yang sederhana, limbah plastik dapat diolah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Purworejo, Drs. Pudjiono, yang memberikan pesan-pesan motivasi dan penguatan spiritual kepada para anak binaan agar tetap semangat memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, PDA Kabupaten Purworejo berharap dapat menumbuhkan semangat, harapan, serta motivasi bagi anak-anak binaan untuk terus belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
(Wahyu Rizki H.)



