
Kisah dari Masjid Al-Ikhlas KPK PCM Bagelen: Rangkul Pedagang Pasar Krendetan Lewat Bantuan Asyura
PURWOREJO – Puluhan pedagang kecil di Pasar Krendetan tersenyum haru saat menerima bantuan sembako pada momen buka puasa Asyura 10 Muharram 1448 H di Masjid Al-Ikhlas KPK (Kulon Pasar Krendetan), Kamis (25/6/2026).
Masjid yang lekat dengan akronim KPK ini berlokasi strategis di kawasan Kauman Timur, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, tepat di depan area perekonomian warga. Berada di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen, keberadaannya kini melampaui fungsi tempat ibadah semata, melainkan telah menjadi denyut nadi spiritual dan pusat kepedulian masyarakat sekitar.
Bagi pengurus takmir, acara sore itu lebih dari sekadar rutinitas membagikan makanan berbuka. Visi utamanya adalah pembinaan umat, mengingat Pasar Krendetan sarat dengan pedagang-pedagang saleh yang kelangsungan usahanya harus terus didukung.
Tercatat ada 21 pejuang rupiah yang hadir memadati serambi masjid. Para pencari nafkah di jalanan, mulai dari penjual sate, pedagang roti bakar, hingga penjual gorengan, mendapatkan bantuan kemanusiaan berupa paket beras dan uang tunai sebagai penopang ekonomi keluarga.
Menjelang azan magrib berkumandang, suasana menjadi semakin khidmat kala H. Zumarudin, S.Pd.I. sekaligus ketua takmir Masjid Al-Ikhlas KPK, menyampaikan pesan tausiyah. Ia mengajak para jemaah yang lelah berdagang seharian untuk sejenak menundukkan kepala dan melangitkan rasa syukur.
”Satu-satunya kalimat syukur yang paling utama adalah Alhamdulillah, biasa kita sebut hamdalah atau bacaan tahmid,” pesan Zumarudin, menyentuh sanubari para jemaah dan kaum duafa yang hadir.
Bantuan penyambung napas ini murni terwujud berkat semangat gotong royong para donatur. Donasi mengalir dalam bentuk puluhan kilogram beras, infak uang tunai, hingga puluhan boks nasi spesial untuk hidangan berbuka.
Kehadiran sekitar 24 pengurus dan tokoh jemaah turut memastikan kebahagiaan ini terdistribusi merata. Hari Asyura di Kauman Timur Bagelen membuktikan bahwa kepedulian kemanusiaan selalu menemukan jalannya untuk merangkul sesama tanpa memandang latar belakang.
Kontributor: Epin Hidayat



