OrganisasiPendidikan

Atasi Anak Putus Sekolah, Muhammadiyah Purworejo Tiru Strategi PKBM Banyumas

BANYUMAS — Pengurus Majelis Dikdasmen PNF PDM Purworejo bertolak ke Banyumas, Rabu (24/6/2026). Langkah cepat ini dilakukan untuk meniru strategi pendirian 21 PKBM demi menekan angka anak putus sekolah.

Rombongan berisi 26 orang ini dipimpin langsung oleh Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pudjiono, bersama Ketua Majelis Dikdasmen PNF Purworejo, Drs. H. Bunadi, M.M. Target utama utusan daerah beserta tujuh cabang ini adalah membangun fasilitas pendidikan alternatif di Purworejo.

Sesampainya di lokasi gedung dakwah PDM Banyumas, rombongan diterima oleh Ketua PDM Banyumas, Drs. H. M. Djohar AS, M.Pd., bersama Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, S.P., M.M.

Dalam forum tersebut, Djohar membagikan pengalaman Banyumas yang berhasil menerbitkan 21 izin PKBM baru hanya dalam waktu dua minggu. Ia menegaskan bahwa pendirian PKBM secara masif adalah upaya nyata untuk menjangkau anak-anak tidak sekolah.

​”Muhammadiyah harus hadir mengurusi mereka, apa pun dan bagaimana pun caranya. PKBM adalah lembaga yang sangat fleksibel, gratis, dan bisa menjangkau mereka,” tegas Djohar.

Merespons capaian tersebut, Pudjiono menyatakan Purworejo akan bergerak cepat mengatasi keterbatasan layanan pendidikan formal di daerahnya.

​”Jika perwakilan dari tujuh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang hadir ini nanti bisa menduplikasi kesuksesan Banyumas dengan mendirikan PKBM di wilayahnya, maka kita sudah tumbuh 49 persen,” papar Pudjiono.

Lebih lanjut, Pudjiono menyoroti perlunya pembenahan manajemen internal persyarikatan. Ke depan, ia menargetkan pengelolaan lembaga pendidikan dipegang oleh tenaga profesional yang fokus tanpa terganggu rangkap jabatan.

​Usai diskusi panel, rombongan langsung terjun meninjau operasional lapangan ke PKBM Surya Muhammadiyah cabang Banjarsari, Banyumas. Rombongan disambut langsung oleh sang Direktur, Dra. Umi Salamah, M.M.

Di lapangan, Umi menjelaskan bahwa lembaganya mengutamakan metode persuasif tanpa paksaan. Pendekatan humanis ini dirancang khusus untuk merangkul anak-anak putus sekolah yang trauma belajar serta Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Melalui kunjungan study tiru lintas kabupaten ini, para pengurus PDM dan PCM se-kabupaten Purworejo langsung menyusun peta jalan pendirian lembaga. Mereka menargetkan PKBM di Purworejo segera terealisasi untuk memastikan hak belajar warga marginal terpenuhi.

Kontributor: Epin Hidayat

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button