Sosial

MDMC Bagelen Gelar Bakti Sosial dan Pentasyarufan di Lokasi Longsor Desa Somorejo

Purworejo– MDMC Bagelen melaksanakan kegiatan bakti sosial di lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Somorejo, Dusun Sejagir, Kecamatan Bagelen, pada Ahad pagi, 12 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 1 Maret 2026, pukul 09.00 WIB.

Bencana longsor tersebut menimpa rumah Ibu Lasiyem. Keluarga beliau merupakan jamaah aktif Muhammadiyah di lingkungan PCM Bagelen. Material tanah dan bebatuan menimbun sebagian bangunan rumah sehingga memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi guna menjamin keamanan serta keselamatan para penghuni, sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan.

Kegiatan bakti sosial dikomandoi langsung oleh Ketua PCM Bagelen, Bapak Rohadi, S.E. Aksi difokuskan pada pembersihan runtuhan longsor yang dilakukan secara manual oleh para relawan MDMC Bagelen bersama unsur TNI dan warga Desa Somorejo. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop, proses evakuasi material dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan akses untuk mobilisasi alat berat. Pemerintah Desa Somorejo turut terlibat aktif, dipimpin langsung oleh Kepala Desa, sebagai bentuk sinergi antara persyarikatan, aparat, dan masyarakat dalam penanganan bencana berbasis gotong royong.

Relawan yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Bapak Sidik Pramono selaku Bagian Program Lazismu Bagelen sekaligus Ketua MDMC Bagelen. Unsur Kokam diwakili oleh Bapak Eko Supriyanto dan Bapak Taryan yang juga merupakan relawan aktif MDMC. Selain itu, Bapak Nasikhin, Daffa Ulufanuri, Nur Mujtahid, dan Arjuno Wiwaha turut terlibat sebagai relawan aktif dalam proses pembersihan lokasi terdampak.

Selain kerja bakti pembersihan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pentasyarufan bantuan dari Lazismu Bagelen kepada keluarga terdampak. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua PCM Bagelen, Rohadi, S.E., didampingi para pengurus Lazismu Bagelen. Pentasyarufan ini menjadi wujud konkret kepedulian dan solidaritas jamaah dalam membantu meringankan beban korban bencana.
Melalui kegiatan ini, nilai dakwah bil-hal Muhammadiyah kembali ditegaskan, khususnya di bulan suci Ramadhan yang menjadi momentum penguatan empati sosial. Kolaborasi antara MDMC, Lazismu, PCM Bagelen, Kokam, unsur TNI, dan warga setempat menunjukkan bahwa respons kebencanaan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menghadirkan dukungan moral dan material secara terintegrasi serta berlandaskan semangat kebersamaan dan kemanusiaan.

(Daffa Ulufannuri)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button