
Semarak Tarawih Silaturahim Malam 13 Ramadhan 1447 H di Masjid Al Iman Bapangan, Ustadz Zumarudin selaku sekretaris PCM Bagelen Ajak Jamaah Tingkatkan Kualitas Puasa
Purworejo – Suasana Ramadhan kian terasa khidmat dalam kegiatan Tarawih Silaturahim yang digelar di Masjid Al Iman Bapangan, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, pada Ahad malam, 1 Maret 2026, bertepatan dengan malam ke-13 Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz H. Zumarudin, S.Pd.I., Sekretaris PCM Bagelen, sebagai imam sekaligus penceramah dalam rangkaian ibadah tersebut. Jamaah tampak antusias mengikuti sholat Isya dan Tarawih berjamaah yang dirangkai dengan tausiyah pengantar penuh makna.
Dalam mukadimah tausiyahnya, H. Zumarudin mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta mensyukuri nikmat umur yang masih diberikan hingga dapat kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Ia menegaskan bahwa kesempatan menjalani ibadah Ramadhan merupakan karunia besar, sebab ajal adalah kepastian yang dapat datang kapan saja. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali menikmati suasana ibadah di bulan penuh ampunan ini. Karena itu, Ramadhan harus disambut dengan kesadaran spiritual dan kesungguhan dalam beribadah.
Lebih lanjut, beliau mengulas tentang dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa (farhatani), yakni kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat kelak berjumpa dengan Allah SWT. Untuk meraih pahala puasa yang dijanjikan Allah tanpa batas, kualitas puasa harus benar-benar dijaga. Puasa tidak cukup dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga semata, melainkan juga menahan lisan dari ucapan yang sia-sia, menjaga pandangan, mengendalikan perbuatan, serta membersihkan hati dari segala bentuk maksiat. Inilah hakikat puasa yang akan mengantarkan seorang hamba pada derajat takwa.
Pada bagian akhir tausiyah, H. Zumarudin juga mengingatkan tentang keutamaan Ramadhan sebagai bulan pelipatgandaan pahala, di mana setiap amal kebaikan dapat dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Ia mendorong jamaah untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dalam rangka meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun ibadah. Menurutnya, keistimewaan ini merupakan rahmat Allah bagi umat Nabi Muhammad SAW yang memiliki usia relatif lebih singkat dibanding umat-umat terdahulu. Menutup tausiyahnya, beliau menyampaikan permohonan maaf atas kondisi kesehatan yang kurang prima, seraya memotivasi jamaah agar istiqamah dalam ketaatan sebagai bagian dari umat terbaik (khairu ummah) yang dijanjikan keselamatan oleh Allah SWT. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sholat Tarawih berjamaah dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
(Epin Hidayat)



