
Kajian Ahad Pagi Ramadan di SMP Muhammadiyah Bagelen Ajak Jamaah Tingkatkan Kepedulian Sosial
Purworejo — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen, Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Kajian Pagi Ramadan bertema “Berbuat Baik dan Jangan Berbuat Kerusakan” pada Ahad pagi 5 Ramadan 1447 H/22 Februari 2026 di SMP Muhammadiyah Bagelen. Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–07.15 WIB tersebut menghadirkan narasumber Ust. DR. R. Wakhid Akhdinirwanto, M.Si. dan diikuti jamaah masyarakat sekitar.
Dalam tausiyahnya, narasumber menyampaikan pesan utama tentang pentingnya berbuat kebaikan serta menjauhi segala bentuk kerusakan, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat menentukan dalam membangun kecerdasan anak yang seimbang, yakni kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual, agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan kepedulian terhadap sesama.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa ibadah puasa memiliki dimensi pendidikan jiwa yang kuat. Ketika seseorang merasakan lapar dan dahaga, ia dilatih untuk berempati terhadap kondisi orang lain yang kekurangan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menggerakkan hati untuk membantu sesama, termasuk memberi makan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, puasa tidak hanya bernilai ibadah spiritual, tetapi juga sarana membangun solidaritas sosial.
Narasumber juga menguraikan empat tingkatan kedermawanan dalam bersedekah. Pertama, shaha, yaitu memberi karena ada yang meminta. Kedua, jub, yakni memberi tanpa diminta karena kesadaran diri. Ketiga, karam, yaitu kebiasaan memberi baik diminta maupun tidak. Keempat, tingkatan tertinggi ‘izza, yakni aktif mencari orang yang membutuhkan untuk dibantu.
Melalui kajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bagelen ini, jamaah diharapkan terus meningkatkan kualitas ibadah sosial, berlomba mencapai derajat kedermawanan yang lebih tinggi, serta menjadi agen kebaikan di tengah masyarakat.
(Epin Hidayat)



