Agama

Pengajian Ahad pagi PCM Grabag angkat tema “Menggapai Cinta Allah dengan Ibadah Sunnah”

Purworejo — Pengajian Ahad pagi yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Grabag pada Ahad, 5 Ramadhan 1447 H (22/02/2026) berlangsung penuh kekhusyukan. Kegiatan yang menghadirkan Ustadz H. Fachrudin, S.Ag, pimpinan Pondok Pesantren MBS MUHIBA dari Bantul ini diikuti oleh pengurus PCM dan PCA Grabag, simpatisan, warga Muhammadiyah, serta masyarakat umum di wilayah Grabag dan sekitarnya.

Mengangkat tema “Ciri-ciri Orang yang Dicintai oleh Allah SWT”, tausiyah disampaikan dengan kuat, berpijak pada dalil Al-Qur’an dan hadits shahih.

Menjalankan Kewajiban dengan Ikhlas

Dalam pemaparannya, Ustadz Fachrudin menegaskan bahwa ciri pertama hamba yang dicintai Allah adalah menunaikan kewajiban dengan ikhlas, ridha, dan tanpa keluhan.

Ia mencontohkan sikap seorang mukmin saat mendengar adzan: segera bergegas menunaikan shalat, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Untuk menjaga semangat, ia menyarankan agar setiap selesai shalat berdoa memohon kekuatan menjaga shalat berikutnya.

Beliau juga menguatkan makna ihsan dalam beribadah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits Jibril:
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Ibadah Sunnah Jalan Meraih Cinta Allah

Ciri kedua, lanjutnya, adalah semangat memperbanyak ibadah sunnah setelah menunaikan yang wajib. Ia menekankan bahwa banyak amalan sunnah yang dianggap ringan, padahal justru menjadi jalan meraih cinta Allah.

Hal ini ditegaskan dalam hadits qudsi riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA:
“Hamba-Ku tidak mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Menurutnya, ketika Allah telah mencintai seorang hamba, maka seluruh langkah hidupnya akan dibimbing oleh Allah.

Amalan Rutin Lebih Dicintai Allah

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diingatkan agar memilih amalan yang ringan namun istiqamah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi motivasi agar umat Islam tidak menunda amal karena merasa sedikit, namun justru membiasakannya secara rutin.

Contoh Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Ustadz Fachrudin kemudian menyebut beberapa contoh amalan sunnah yang mudah dilakukan namun bernilai besar, di antaranya:

  • Shalat sunnah setelah wudhu, sebagaimana kisah Bilal RA yang disebutkan dalam hadits muttafaq ‘alaih.
  • Shalat rawatib, dengan keutamaan dibangunkan rumah di surga bagi yang menjaga 12 rakaat setiap hari (HR. Muslim).
  • Shalat dhuha, sebagaimana wasiat Rasulullah ﷺ kepada Abu Hurairah RA (HR. Bukhari).
  • Shalat tahajud, yang disebut dalam firman Allah:
    “Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Ia menegaskan bahwa amalan sunnah akan menjadi istimewa jika ibadah wajib sudah ditunaikan dengan baik.

Dakwah yang Membumi

Selain pengajian, kegiatan juga diramaikan bazar sembako oleh TOKU MU, amal usaha PCM Grabag yang dikelola PRM Harjobinangun. Bazar ini menjadi bentuk dakwah sosial yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan Ramadhan.

Ajakan Memaksimalkan Ramadhan

Menutup tausiyahnya, Ustadz Fachrudin mengajak jamaah memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbaiki kualitas ibadah.

“Selagi masih ada kesempatan, mari kita tunaikan yang wajib dengan sebaik-baiknya, lalu biasakan amalan sunnah sesuai kemampuan. Semoga kita termasuk hamba yang dicintai Allah SWT,” pesannya.

Pengajian Ahad pagi ini kembali menunjukkan peran dakwah Muhammadiyah dalam menguatkan spiritualitas umat melalui pengajian yang ilmiah, membumi, dan penuh tuntunan dalil.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button