Agama

Pengajian Rutin PRM Munggangsari: Meneguhkan Tauhid dan Semangat Mempelajari Al-Qur’an di Awal Muharram 1448 H

PURWOREJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Munggangsari kembali menggelar pengajian rutin malam Rabu ketiga yang bertempat di Masjid Al Huda, Ranting Muhammadiyah Munggangsari, Kec. Grabag, Kab. Purworejo pada Selasa malam (16/6/2026) bertepatan dengan 2 Muharram 1448 H.

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus PRM dan PRA Munggangsari serta masyarakat sekitar ini menghadirkan Ustaz Musa Al Fitri, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, sebagai pemateri.

Dalam pengantarnya, Ustaz Musa Al Fitri mengajak jamaah menyambut bulan Muharram dengan memperbanyak amal saleh, di antaranya melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana muhasabah diri serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada kajian utama, beliau membahas kandungan Surah Al-An’am ayat 102–105. Dijelaskan bahwa ayat-ayat tersebut menegaskan keesaan Allah SWT sebagai Pencipta segala sesuatu dan satu-satunya yang berhak disembah. Karena itu, setiap muslim wajib menjaga kemurnian akidah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan yang dapat merusak tauhid.

“Tauhid merupakan fondasi utama kehidupan seorang muslim. Ketika tauhid kokoh, maka ibadah, akhlak, dan seluruh amal akan memiliki arah yang benar sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya,” terang beliau di hadapan jamaah.

Selain meneguhkan akidah, ayat-ayat tersebut juga menjadi dorongan bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai pelengkap kajian, Ustaz Musa Al Fitri turut menyampaikan pembelajaran dasar ilmu nahwu. Beliau menjelaskan penggunaan kata حتى (ḥattā) yang bermakna sampai atau hingga, serta لام كي (lām kay) yang bermakna untuk atau supaya. Penjelasan ini diharapkan dapat menambah semangat jamaah dalam mempelajari bahasa Arab sebagai kunci memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam.

Pengajian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme jamaah. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk memperkuat akidah, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mengisi bulan Muharram dengan berbagai amal kebajikan.

“Mari jadikan Muharram sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih bertauhid, lebih dekat dengan Al-Qur’an, dan lebih istiqamah dalam beribadah kepada Allah SWT.”

Kontributor: Triyono

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button