
Peringatkan Bahaya Sombong, Sekretaris PCM Bagelen Ustaz Zumarudin Kupas Kunci Keberkahan di Masjid Besar Sunan Geseng
PURWOREJO – Mengupas pentingnya meraih keberkahan hidup dan menjauhi sifat sombong, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen, Ustaz H. Zumarudin, S.Pd.I., memberikan tausiyah mendalam dalam acara Pengajian Malam Jumat Kliwon di Masjid Besar Sunan Geseng, Kauman Barat, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (24/9/2026) malam. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini turut dihadiri secara langsung oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bagelen, Supriyadi, beserta jajaran pengurus dan anggota PRM yang antusias menyimak kajian keagamaan tersebut.
Dalam ceramahnya, Ustaz Zumarudin menegaskan empat aspek krusial yang harus diupayakan umat Islam untuk meraih hidup yang barokah. Keempat aspek tersebut meliputi ilmu yang bermanfaat dan diamalkan, umur yang dihabiskan untuk ketaatan beribadah, rezeki yang diperoleh dari jalan yang halal, serta keturunan yang saleh dan salihah.
Sebagai landasan dalil, penceramah mengutip Al-Quran Surah Al-A’raf ayat 96 yang mengingatkan janji Allah SWT untuk melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi bagi penduduk negeri yang beriman dan bertakwa, serta peringatan akan azab bagi mereka yang berbuat maksiat. Rangkaian pengajian ini sebelumnya dibuka dengan pembacaan QS. Ali Imran ayat 102 yang menyerukan umat agar bertakwa dengan sebenar-benarnya.
Selain membedah konsep keberkahan, penceramah secara tegas menyoroti ancaman sifat takabur atau sombong yang sangat dibenci dalam Islam. Ia mencontohkan kehancuran tokoh-tokoh masa lalu seperti Firaun, Qarun, dan Iblis yang dilaknat murni akibat kesombongan mereka menolak ketaatan kepada Allah.
Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Ustaz Zumarudin mengingatkan bahwa kesombongan adalah sikap menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau seberat biji zarrah,” tegasnya mengingatkan para jemaah. Ia juga membawakan firman Allah yang menyebutkan bahwa orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya karena kesombongan tidak akan masuk surga hingga unta bisa masuk ke dalam lubang jarum.
Di pengujung kajian, Ustaz Zumarudin memberikan pedoman aplikatif dalam membangun rumah tangga yang harmonis atau sakinah, mawaddah, warahmah. Ia menjabarkan kewajiban suami untuk menafkahi dan mendidik keluarga dengan agama, serta kewajiban istri untuk taat dalam kebaikan dan menjaga kehormatan saat suami sedang tidak berada di rumah. Lebih lanjut, ia mendorong jemaah untuk menerangi rumah mereka dengan ibadah salat dan tilawah Al-Quran agar keluarga selalu diliputi rahmat.
Pengajian rutin Malam Jumat Kliwon ini diakhiri dengan doa kafarotul majelis dipimpin oleh pembawa acara.
(Epin Hidayat)



