
Safari Syeikh Palestina di Masjid Baiturrahman Muhammadiyah, Bangkitkan Solidaritas Umat di Bulan Ramadan
Purworejo — Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahman Muhammadiyah Desa Kemiri Kidul, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo pada Ahad (01/03/2026), saat ratusan jamaah menghadiri kegiatan Safari Syeikh Palestina yang menghadirkan ulama asal Palestina, Syeikh Ahmad Said Mokalaty. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual di bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus menumbuhkan kepedulian dan harapan bagi rakyat Palestina.
Safari Syeikh Palestina merupakan program inisiasi Lazismu Jawa Tengah yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Lazismu Purworejo. Kegiatan ini dihadiri jamaah pengajian dari PCM/A Kemiri, PCM/A Bruno, dan PCM/A Pituruh. Kehadiran jamaah lintas cabang tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan dukungan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.
Acara diawali dengan sambutan ketua takmir, Haryono Saputro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran jamaah yang turut menyemarakkan pengajian Safari Syeikh Palestina. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian umat terhadap saudara-saudara muslim di Palestina, terlebih di bulan suci Ramadan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pudjiono. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada Syeikh Ahmad Said Mokalaty sekaligus apresiasi kepada panitia dan Lazismu yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran ulama Palestina menjadi pengingat nyata bagi umat Islam tentang pentingnya solidaritas.
Memasuki sesi utama, Syeikh Ahmad Said Mokalaty menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati jamaah. Beliau mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan kali pertamanya datang ke Indonesia, khususnya Purworejo. Namun demikian, beliau mengaku tidak merasa asing karena merasa umat Islam di Indonesia sebagai saudara sendiri.
Dalam ceramahnya, Syeikh Ahmad juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Beliau menyebutkan bahwa konflik yang berlangsung telah menyebabkan korban jiwa mencapai sekitar 70 ribu orang, sebuah angka yang menggambarkan beratnya penderitaan rakyat Palestina.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban berjihad sesuai kapasitasnya masing-masing, yakni dapat melalui pengorbanan jiwa, harta, maupun ilmu. Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun memiliki arti besar dalam perjuangan kemanusiaan dan solidaritas umat.
Di akhir tausiyahnya, Syeikh Ahmad mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan rakyat Palestina agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemerdekaan. Doa bersama yang dipanjatkan menutup kegiatan dengan suasana khidmat, diiringi harapan akan datangnya kedamaian. Setelah itu, semua jamaah melaksanakan berbuka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah.
(Wiwit Widhi S.)



