AgamaPendidikan

Santri LKSA Muhammadiyah Purworejo Tunjukkan Prestasi pada Ajang Lomba Islami di Masjid K.H Sudja’ Yogyakarta

Yogyakarta — 29 November 2025. Suasana pagi di lingkungan Masjid K.H Sudja’ terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan peserta dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai berdatangan untuk mengikuti ajang lomba Islami yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid K.H Sudja’. Di tengah dominasi peserta lokal, hadir satu rombongan yang cukup mencuri perhatian: LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo, satu-satunya peserta yang berasal dari luar wilayah DIY.

Keikutsertaan LKSA dalam kegiatan ini bukan sekadar partisipasi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bahwa anak-anak asuh mampu bersaing, berprestasi, dan tampil percaya diri di panggung luar kota. Pada lomba tahun ini, LKSA mengikuti tiga cabang perlombaan yaitu Cerdas Cermat Islam (CCI), Lomba Da’i, dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Perlombaan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Masing-masing peserta diarahkan menuju ruang perlombaan sesuai cabang yang diikuti. Meski kondisi lingkungan baru bagi mereka, para peserta LKSA tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Tidak sedikit peserta dari daerah DIY yang menyapa dengan ramah karena penasaran dari mana rombongan Purworejo tersebut berasal.

Pada cabang Cerdas Cermat Islam, tim LKSA yang beranggotakan Syawa Ainun Nurmita, Vina Aryanti, Afira Oktavia Rahayu, dan Nurul Hidayah tampil memukau sejak babak penyisihan. Pertanyaan demi pertanyaan seputar fikih, sejarah Islam, Al-Qur’an, dan akhlak dijawab dengan cepat dan tepat. Meski bersaing dengan sekolah dan pondok pesantren besar di Yogyakarta, mereka tetap tampil percaya diri.
Hingga akhirnya, tim LKSA berhasil masuk tiga besar dan meraih Juara 3. Prestasi ini terasa sangat membanggakan mengingat persaingan yang cukup ketat dan fakta bahwa mereka datang dari luar daerah penyelenggara.

Tak kalah membanggakan, pada cabang Lomba Da’i, peserta LKSA Vidiyana Sajtiyani Assafa berhasil menyampaikan materi dakwah yang menyentuh dan terstruktur dengan baik. Dalam durasi beberapa menit yang diberikan, Vidiyana mampu membawakan isi ceramah dengan intonasi kuat, bahasa yang runut, serta pesan moral yang relevan bagi generasi muda masa kini. Berkat penampilan tersebut, Vidiyana berhasil meraih Juara 3.

Untuk cabang MTQ, LKSA mengirimkan Lita Nurhayati Washaddaqabilkhusna, yang tampil dengan suara merdu dan tajwid yang baik. Meski belum berhasil membawa pulang juara, penampilan Lita tetap mendapat apresiasi dari para pembina dan peserta lain. Pengalaman mengikuti lomba di luar daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan tilawahnya di masa depan.

Ada kebanggaan tersendiri bagi para peserta LKSA karena mereka adalah satu-satunya peserta dari luar Yogyakarta. Hal ini menjadi bukti semangat anak-anak dalam menempuh perjalanan, belajar, dan menantang diri mereka pada ajang perlombaan yang berada di luar zona nyaman.

“Awalnya ada rasa deg-degan karena yang lain berasal dari pondok dan sekolah besar di Yogyakarta. Tapi setelah mulai lomba, kami jadi lebih percaya diri dan ingin menunjukkan yang terbaik,” ujar salah satu anggota tim CCI.

Perbedaan latar belakang peserta tidak menjadi halangan. Justru, para peserta LKSA mendapatkan banyak teman baru, saling bertukar cerita, serta belajar tentang budaya dan kegiatan di pondok-pondok lainnya.

Salah satu pembina LKSA menyampaikan harapannya setelah melihat perjuangan para peserta:

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak menunjukkan mental yang kuat, siap belajar, dan tidak mudah minder meskipun bersaing dengan peserta dari kota besar. Yang paling penting bukan sekadar juara, tetapi keberanian mereka bertanding dan menunjukkan kemampuan diri.”

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan mengasah potensi anak-anak asuh.

Keikutsertaan dalam ajang lomba Islami ini memberikan sejumlah dampak positif, di antaranya:

  1. Meningkatkan rasa percaya diri peserta untuk tampil di depan umum.
  2. Menguatkan wawasan keislaman melalui proses persiapan dan lomba.
  3. Mengasah kemampuan akademik dan spiritual, terutama dalam bidang dakwah dan CCI.
  4. Membangun relasi baru dengan peserta dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Yogyakarta.
  5. Memperkenalkan LKSA Muhammadiyah Purworejo ke tingkat regional melalui prestasi yang dibawa pulang.

Tidak hanya bagi peserta, kegiatan ini juga membawa kebanggaan bagi seluruh keluarga besar LKSA. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan, bimbingan, dan motivasi yang diberikan telah membuahkan hasil.

Menutup kegiatan pada pukul 14.00 WIB, suasana haru dan bahagia terlihat dari wajah para peserta saat menerima piala. Mereka berkumpul, berfoto bersama, lalu kembali ke Purworejo dengan semangat baru. Meski belum semua cabang berhasil membawa pulang gelar, pengalaman dan keberanian yang ditunjukkan telah menjadi kemenangan tersendiri.

LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo berharap dapat kembali mengikuti ajang serupa di waktu mendatang, sekaligus terus membina anak-anak agar semakin unggul dalam pengetahuan agama, berakhlak baik, dan berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

(Tabah N.)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button