Agama

Ustaz Ikhwan Ajak Jamaah PRM Tlogokotes Perkuat Ilmu dan Akidah

PURWOREJO – Pengajian rutin Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tlogokotes digelar di Masjid Ad-Darussalam, Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Sabtu malam (4/7/2026). Bertepatan dengan malam 19 Muharam 1448 H, kajian kali ini mengangkat tema pentingnya menuntut ilmu dan mengokohkan akidah, disampaikan langsung oleh Ustaz Ikhwan dari Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen.

Pengajian dimulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri jamaah setempat bersama pengurus PCM Bagelen. Ketua PRM Tlogokotes, Supriyadi, turut memimpin jalannya kegiatan yang menjadi agenda bulanan warga Muhammadiyah di desa tersebut.

Bersyukur atas Nikmat Iman, Islam, dan Sehat

Ustaz Ikhwan mengawali kajian dengan mengajak jamaah bersyukur atas nikmat Allah SWT yang tak terhingga jumlahnya. Ia menyebut nikmat terbesar yang diterima manusia bukan sekadar rezeki, melainkan nikmat iman dan Islam.
“Nikmat ini tidak bisa kita hitung satu per satu dari sekian banyaknya, saking banyaknya,” kata Ustaz Ikhwan, Majelis Tabligh PCM Bagelen, saat mengisi kajian di Masjid Ad-Darussalam, Sabtu (4/7/2026) malam.

Ia menambahkan, tanpa nikmat iman dan Islam, kehidupan yang diberikan Allah tidak akan benar-benar disyukuri manusia. Kesempatan jamaah berkumpul rutin setiap bulan, menurutnya, merupakan wujud nyata dari nikmat tersebut.

Apresiasi untuk Konsistensi Pengajian

Ustaz Ikhwan turut mengapresiasi konsistensi PRM Tlogokotes yang tetap rutin menggelar pengajian setiap bulan, di tengah kondisi sejumlah organisasi atau kelompok masyarakat lain yang mulai jarang berkumpul.
“Ranting ini tetap eksis, istiqomah setiap bulan mengadakan pengajian. Di saat organisasi atau masyarakat lain mungkin tidak pernah berkumpul, di sini kegiatannya jalan terus,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pengajian menjadi sarana menambah ilmu sekaligus mempererat silaturahmi antarjamaah.

Ajakan Menuntut Ilmu

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ikhwan menegaskan pentingnya menuntut ilmu agama bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, sejak kecil hingga akhir hayat. Ia mengingatkan bahwa ibadah tanpa dilandasi ilmu berisiko tidak diterima karena tidak memenuhi syarat dan rukun yang benar.
“Kedudukan ilmu itu lebih tinggi daripada sekadar beribadah tanpa ilmu,” ujarnya, mengutip perkataan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, soal perbedaan hakikat ilmu dan harta.
Ustaz Ikhwan menekankan, ilmu agama yang dipelajari jamaah bukan hanya soal tata cara ibadah, melainkan juga akidah dan akhlak sebagai fondasi utama keislaman seseorang.

Materi Akidah: Dalil Wujud Allah

Bagian penutup kajian mengulas materi akidah dasar terkait dalil keberadaan Allah SWT, yakni dalil naqli dan dalil aqli. Ustaz Ikhwan menjelaskan bahwa Al-Qur’an secara tegas menyebutkan proses penciptaan langit dan bumi sebagai bukti tekstual atas wujud Allah.

Dari sisi akal, ia menuturkan mustahil suatu ciptaan ada tanpa penciptanya, sebagaimana mustahil ada makanan tanpa yang memasak atau kursi tanpa tukang kayu.
“Hamparan bumi dan langit yang luar biasa besarnya ini, beserta semua planetnya, pasti ada yang menciptakan,” kata Ustaz Ikhwan menutup kajian malam itu.

Kajian yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi seluruh jamaah serta kesembuhan bagi warga yang tengah sakit.

Kontributor: Epin Hidayat

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button