Agama

Pengajian Ahad Pagi PCM Grabag: Ustadz Ahmad Ari Fahrudin Tekankan Pentingnya Mewariskan Ilmu dan Menanamkan Akidah Sejak Dini

PURWOREJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Aglik menggelar Pengajian Ahad Pagi yang berlangsung di Masjid Al Muslimun Aglik, Grabag, Ahad (5/7/2026) bertepatan dengan 20 Muharram 1448 H. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah Muhammadiyah se-PCM Grabag, jamaah Masjid Al Muslimun, serta masyarakat sekitar.

Hadir sebagai pemateri Ustadz Ahmad Ari Fahrudin, B.A., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, yang menyampaikan tausiyah bertema pentingnya menjaga keberlangsungan dakwah melalui pewarisan ilmu dan kader.

Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa ilmu yang bermanfaat harus diwariskan kepada anak cucu agar manfaatnya terus mengalir dari generasi ke generasi. Menurutnya, setiap ilmu yang baik patut diajarkan dan diamalkan demi kemaslahatan umat.

Beliau juga mencontohkan pentingnya regenerasi kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah. Pengurus PCM maupun PCA harus mempersiapkan kader-kader penerus agar dakwah Muhammadiyah tetap terjaga, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Mengajak kepada kebaikan tetap merupakan amal yang mulia, meskipun orang yang diajak belum tentu langsung mengikutinya,” pesan beliau kepada jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad Ari Fahrudin juga menjelaskan makna wali menurut Islam. Beliau menegaskan bahwa wali adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Ciri wali yang sejati bukanlah memamerkan karamah atau mengaku sebagai wali, sehingga umat diminta berhati-hati terhadap orang yang mengklaim dirinya memiliki kewalian.

Selain itu, beliau mengingatkan tentang keteladanan kesabaran para ulama dan orang-orang saleh terdahulu yang sangat luar biasa, sehingga menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Beliau juga menyampaikan bahwa Allah SWT mengabulkan doa orang yang terzalimi dengan syarat ia adalah orang yang bertakwa dan menjaga diri dari makanan maupun rezeki yang haram.

Pesan penting lainnya adalah perlunya menanamkan akidah Islam sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan waktu yang sangat tepat untuk membentuk keimanan karena daya ingat anak masih sangat kuat. Oleh sebab itu, pendidikan agama di lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama setiap orang tua.

Di akhir tausiyah, beliau mengingatkan agar seorang mukmin tidak sengaja menempatkan dirinya pada ujian yang berada di luar batas kemampuannya. Keimanan kepada Allah SWT menjadi tempat bersandar yang kokoh dalam menghadapi setiap persoalan hidup, berbeda dengan orang-orang yang sombong dan tidak beriman yang kehilangan tempat bergantung.

Pengajian Ahad Pagi ini berlangsung dengan khidmat dan diharapkan semakin memperkuat semangat jamaah Muhammadiyah untuk terus menuntut ilmu, memperkuat akidah, serta menyiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan dakwah Islam berkemajuan.

Kontributor: Triyono

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button