
Kupas Fikih Takziyah di Kajian Ahad Pagi, Puncak Rangkaian Semarak Dakwah PCM Bagelen
PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen terus menunjukkan denyut pergerakan dakwah kultural dan kepedulian sosial di akar rumput. Sebagai tajuk utama dari serangkaian agenda persyarikatan, PCM Bagelen sukses menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi yang mengupas tuntas “Fikih Takziyah” pada Ahad Legi (6/9/2026). Kajian berskala cabang ini menjadi puncak dari estafet kegiatan PCM Bagelen yang telah bergulir aktif sejak pertengahan Agustus lalu, merangkum mulai dari konsolidasi ranting hingga aksi sosial peringatan kemerdekaan.
Berikut adalah rekam jejak dinamika kegiatan jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah di Cabang Bagelen selama beberapa pekan terakhir:
- PRM Krendetan Padukan Kajian Tafsir dengan Konsolidasi (14 Agustus 2026)
Rangkaian semarak dakwah ini diawali oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Krendetan yang menggelar pertemuan rutin bulanan di kediaman Bapak Nur Aswadi pada Jumat malam (14/8/2026). Dihadiri langsung oleh jajaran PCM Bagelen, pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi strategis. Sekretaris PCM Bagelen, H. Zumarudin, S.Pd.I., menyoroti percepatan pendaftaran anggota via Aplikasi SatuMu yang ditargetkan mencapai 100 persen, serta urgensi kepemilikan e-KTAM bagi pimpinan amal usaha. Ketua PRM Krendetan, Abdul Latif, merespons positif arahan tersebut demi ketertiban organisasi, yang pencapaiannya turut dikuatkan oleh Ketua PCM Bagelen, Bapak Rohadi, S.E.
Selain konsolidasi, jemaah juga mendapat pencerahan spiritual melalui kultum Penasehat PRM Krendetan, H. Dandung Danadi, tentang makna Kemerdekaan RI ke-81. Dalam refleksinya, ia membedah kemerdekaan dari dua dimensi. “Kemerdekaan fisik adalah terbebas dari belenggu penjajahan, sedangkan kemerdekaan non-fisik adalah kemampuan membebaskan diri dari jajahan hawa nafsu dan bisikan setan. Kebebasan sejati justru diraih ketika seseorang menaati aturan agama,” pesan H. Dandung di hadapan jemaah.
Melengkapi pencerahan tersebut, Ustaz Ramzy Hizbillah menyampaikan kajian tafsir Surah Al-Lail, yang mengupas jalan keselamatan manusia dan bahayanya fitnah akhir zaman. “Fitnah ujian dalam kehidupan itu bisa menimpa seseorang tanpa dia sadari sama sekali, seperti sesuatu yang datang di malam yang gelap gulita. Maka, kebahagiaan sejati hanya bisa diraih melalui kolaborasi kedermawanan, ketakwaan, dan niat yang ikhlas karena Allah semata,” tegas Ustaz Ramzy. Jemaah diingatkan akan janji pahala berlipat ganda bagi orang yang gemar bersedekah, serta peringatan agar tidak terbuai oleh gemerlap kehidupan dunia yang fana.
- Syukuran Kemerdekaan dan Pentasyarufan Masjid Al-Ikhlas KPK (16 Agustus 2026)
Dua hari berselang, Ahad malam (16/8/2026), takmir Masjid Al-Ikhlas KPK (Kulon Pasar Krendetan) PCM Bagelen mewujudkan rasa syukur atas HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui aksi sosial. Selepas ibadah salat Maghrib, digelar syukuran kemerdekaan yang dirangkai dengan kegiatan pentasyarufan paket sembako berupa beras 3 kg, minyak goreng, dan mi instan. Bantuan ini disalurkan kepada 21 penerima manfaat yang terdiri dari jemaah Masjid Al-Ikhlas dan warga Kauman Timur RW 06, Desa Bagelen.
Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat ukhuwah islamiyah. Acara semakin khidmat dengan hadirnya Ustaz Ramzy Hisbillah yang menyampaikan tausiyah. Ia mengajak hadirin memaknai kemerdekaan tidak sekadar melalui perayaan seremonial, tetapi dengan amal saleh, kedermawanan sosial, dan keimanan yang kokoh.
- Pengajian Rutin PRM Tlogokotes Pererat Sinergi (4 September 2026)
Memasuki bulan September, semangat dakwah dilanjutkan oleh PRM Desa Tlogokotes melalui Pengajian Rutin di Masjid Ad-Darussalam pada Jumat malam (4/9/2026). Majelis ilmu ini menjadi jembatan silaturahmi yang efektif antara pimpinan cabang dan warga ranting.
Ketua PCM Bagelen, Bapak Rohadi, S.E., hadir langsung memenuhi undangan Ketua PRM Tlogokotes, Bapak Supriyadi, untuk memberikan sambutan motivasi. Agenda inti kemudian diisi tausiyah secara lesehan oleh Sekretaris PCM Bagelen, H. Zumarudin, S.Pd.I. Kehadiran pimpinan cabang di tengah-tengah ranting ini terbukti mampu memacu semangat syiar Islam di tengah masyarakat setempat.
- Kajian Ahad Pagi: Luruskan Kekeliruan Istilah Takziah (6 September 2026)
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah Kajian Ahad Pagi PCM Bagelen yang mengambil tempat di lingkungan SMP Muhammadiyah Bagelen. Menghadirkan Ustadz Dr. Hermawan, M.Pd.I., kajian ini merujuk pada dokumen resmi Tanwir Musyawarah Nasional ke-28 Majelis Tarjih untuk mengingatkan umat Islam tentang pemahaman fikih takziah yang utuh.
Dr. Hermawan menyoroti fenomena masyarakat yang kerap membatasi takziah hanya pada peristiwa kematian. Padahal, secara etimologi, Al-‘Aza’u bermakna kesabaran menghadapi ujian, sehingga takziah berlaku untuk segala musibah, termasuk bencana alam.
“Kita harus menyadari bahwa kematian bisa datang kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja. Kita juga harus ingat bahwa amal ibadah kita belum tentu diterima oleh Allah,” tegas Dr. Hermawan.
Di penghujung kajian, ia secara khusus meluruskan kekeliruan istilah penyebutan jemaah takziah yang sering dipakai pembawa acara. “Orang yang bertakziah laki-laki secara tepat disebut dengan istilah Mu’azzun, sedangkan untuk perempuan adalah Mu’azziyat. Istilah Ta’ziyyin dan Ta’ziyyat yang sering diucapkan itu sebenarnya salah secara tata bahasa Arab dan tidak tepat digunakan,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian semarak dakwah yang diselenggarakan oleh PCM Bagelen ini berjalan dengan lancar dan sukses. Berbagai kegiatan tersebut mendapat sambutan serta antusiasme yang luar biasa dari warga Muhammadiyah se-Cabang Bagelen. Antusiasme ini tidak hanya terlihat dari tingginya tingkat kehadiran jemaah di setiap majelis, tetapi juga dari dukungan penuh warga terhadap program digitalisasi keanggotaan melalui aplikasi Satoe Mu yang saat ini tengah digalakkan secara masif oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo. Ke depannya, segenap pimpinan dan warga PCM Bagelen berdoa serta berharap agar syiar dakwah maupun agenda persyarikatan serupa dapat terus ditingkatkan, sehingga senantiasa membawa keberkahan dan kemajuan bagi umat.
(Epin Hidayat)



