
PRM Krendetan Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Kajian Keislaman hingga Pemutakhiran Administrasi Organisasi
PURWOREJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, kembali menyelenggarakan kegiatan pertemuan rutin pada Jumat malam (9/10/2026) bertepatan dengan 28 Rabi’ul Akhir 1448 H. Acara yang bertempat di kediaman Bp. H. Rinhadi ini dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pengurus PRM Krendetan, PCM Bagelen, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah setempat.
Rangkaian acara dipandu oleh Bp. Bambang S selaku pembawa acara. Suasana khidmat menyelimuti awal kegiatan saat Bp. Sutadi melantunkan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawahnya, membacakan Surah Ar-Ra’d ayat 19–24. Lantunan ayat tersebut mengingatkan jamaah mengenai karakter Ulul Albab (orang-orang yang berakal sehat), seperti menepati janji, menyambung silaturahmi, sabar, mendirikan salat, berinfak, serta membalas keburukan dengan kebaikan demi meraih balasan Surga ‘Adn.
Memasuki sesi sambutan, Bp. H. Rinhadi selaku shohibul bait menyampaikan ucapan sugeng rawuh (marhaban ahlan wa sahlan) dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para jemaah dan jajaran pimpinan. Beliau menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan wujud rasa syukur keluarga atas limpahan nikmat Allah SWT, seraya mendoakan agar langkah para tamu dicatat sebagai amal silaturahmi dan thalabul ‘ilmi. Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan dalam penyambutan maupun hidangan.
Ketua PRM Krendetan, Bapak Abdul Latif, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tuan rumah dan seluruh pengurus yang hadir, serta memperkenalkan anggota baru PRM Krendetan (3 orang).
Beliau menekankan pentingnya kedisiplinan anggota PRM, terutama dalam hal ketepatan waktu dan komunikasi keorganisasian. Anggota yang berhalangan hadir diimbau untuk selalu memberikan konfirmasi terlebih dahulu agar koordinasi berjalan lancar dan efektif.
Sementara itu, Ketua PCM Bagelen, Bapak Rohadi, S.E., menyampaikan apresiasi atas keistiqamahan PRM Krendetan yang konsisten menggelar pengajian rutin setiap Jumat malam (malam Sabtu) kedua. Beliau turut memberikan edukasi keorganisasian mengenai maksud dan tujuan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, struktur kepemimpinan, hingga hierarki musyawarah organisasi dari tingkat Ranting hingga Muktamar. Selain itu, disampaikan pula informasi persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-49 yang direncanakan berlangsung di Medan, Sumatra Utara.
Acara dilanjutkan dengan Kultum yang disampaikan oleh Bapak H. Zumarudin, S.Pd.I. Mengangkat topik “Empat Golongan Manusia Menurut Imam Al-Ghazali” yang bersumber dari kitab Iḥyā’ ‘Ulūmuddīn, beliau memaparkan empat kategori manusia berdasarkan kadar ilmu dan kesadarannya :
1.Rajulun yadrī wa yadrī annahū yadrī (orang yang tahu dan sadar bahwa dirinya tahu) – sosok alim yang patut diikuti (fattabi‘ūhu).
2.Rajulun yadrī wa lā yadrī annahū yadrī (orang yang tahu tetapi tidak sadar bahwa dirinya tahu) – dia orang yang orang yang lalai sehingga perlu diingatkan (fantabihūhu).
3.Rajulun lā yadrī wa yadrī annahū la yadrī (orang yang tidak tahu dan sadar bahwa dirinya tidak tahu) – sosok pembelajar yang sadar kekurangannya (kebodohannya) dan perlu diajari (fa‘allimūhu).
Bapak H. Zumarudin menekankan bahwa posisi yg ke-3 inilah yang hendaknya senantiasa kita ambil untuk terus menuntut ilmu.
Dan jangan menjadi golongan orang yg ke-4, yaitu :
Rajulun lā yadrī wa lā yadrī annahū lā yadrī (orang yang tidak tahu dan tidak sadar bahwa dirinya tidak tahu) – bentuk kebodohan bertingkat (jāhilun murakkabun) maka dia perlu dihindari atau ditinggalkan (farhabū minhu).
Memasuki acara inti, jamaah menyimak kajian tafsir Al-Qur’an yang disampaikan oleh Bp. H. Dandung Danadi. Kajian diawali dengan melanjutkan tradisi tadarus tartil pada Surah Asy-Syams, setelah pada pertemuan sebelumnya kajian Surah Al-Lail tuntas dirampungkan. Beliau menjelaskan makna sumpah Allah di awal surah dengan menyebut berbagai ciptaan-Nya seperti matahari, bulan, siang, malam, langit, dan bumi.
“Allah bersumpah dengan menyebut ciptaan-Nya, sedangkan manusia sebagai makhluk hanya diperbolehkan bersumpah atas nama Allah (Wallahi). Ini menunjukkan keagungan ciptaan Allah yang sengaja diciptakan berpasang-pasangan,” jelas Bp. H. Dandung Danadi.
Lebih lanjut, beliau menguraikan dua potensi jiwa yang ditanamkan Allah dalam diri manusia, yaitu fujur (keburukan/kefasikan) dan takwa (ketaatan). Keberuntungan akan diraih oleh orang yang senantiasa menyucikan jiwanya, sedangkan kerugian menanti mereka yang mengotorinya—sebagaimana kisah Kaum Tsamud yang dibinasakan akibat mendustakan Nabi Saleh A.S. dan membunuh unta mukjizatnya.
Di akhir kajian, Bp. H. Dandung Danadi menekankan pentingnya mengintegrasikan antara daya pikir (ilmu) dan rasa (keimanan), serta membedakan tiga tolok ukur perbuatan manusia: moral berdasarkan adat, etika berdasarkan akal, dan akhlak yang tolok ukurnya mutlak bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sebelum menutup acara, sesi hal-hal lain diisi dengan koordinasi administratif penting terkait keorganisasian. Dalam sesi ini dibahas mengenai pengadaan papan nama resmi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Krendetan dengan spesifikasi ukuran dan material tertentu, serta pembukaan rekening Bank Danamon Syariah untuk mensukseskan program SatoeMu. Para anggota dihimbau untuk segera mengaktifkan aplikasi MASA dan membuat E-KTAM guna mendukung kelancaran administrasi keuangan organisasi.
Seluruh rangkaian acara ditutup secara khidmat dengan membaca doa Kafaratul Majelis. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan penguatan ikatan persaudaraan, kedisiplinan organisasi, tertib administrasi, dan pemahaman keilmuan antarwarga Muhammadiyah di Desa Krendetan terus terjaga.
(Epin Hidayat)



