Agama

Pengajian Selapanan PRM Patutrejo Angkat Tema Mencari Keberkahan Hidup

Purworejo – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Selapanan yang dilaksanakan di Masjid Al Ustadz Patutrejo, pada Jum’at Kliwon, 23 Januari 2026.

Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Musa Al Fitri dari PPDA (Pondok Pesantren Darul Arqom) Muhammadiyah Purworejo sebagai pemateri. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengupadi Berkah (Mencari Keberkahan)”, yang relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini.

Hadir dalam pengajian tersebut beberapa pengurus PCM dan PCA Grabag, pengurus PRM dan PRA Patutrejo, Takmir Masjid Al Ustadz, para wali santri TPQ Al Ustadz Desa Patutrejo, jamaah masjid, serta masyarakat sekitar yang mengikuti kajian dengan penuh antusias.

Dalam pemaparannya, Ustadz Musa Al Fitri mengajak jamaah untuk merenungi fenomena zaman modern yang serba cepat dan penuh kesibukan. Menurutnya, kemajuan teknologi dan kemudahan hidup sering kali justru membuat manusia lalai dalam mengingat Allah, sehingga kehilangan ketenangan batin dan keberkahan hidup.

“Banyak orang memiliki harta, rumah bagus, dan kendaraan mewah, tetapi tidak merasakan kebahagiaan. Ini menjadi tanda bahwa keberkahan mulai hilang dari kehidupan,” ungkapnya.

Ustadz Musa menjelaskan bahwa barakah atau keberkahan bukan diukur dari banyaknya harta, panjangnya umur, atau tingginya jabatan, melainkan adanya kebaikan, ketenangan, dan manfaat yang terus tumbuh, meskipun dari sesuatu yang sedikit.

Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-A‘raf ayat 96 yang menegaskan bahwa iman dan takwa merupakan kunci utama turunnya keberkahan dari langit dan bumi. Selain itu, disampaikan pula hadis Rasulullah ﷺ tentang keberkahan waktu pagi serta pandangan para ulama seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang menekankan bahwa keberkahan erat kaitannya dengan ketaatan dan dzikir kepada Allah.

Melalui contoh kehidupan sederhana masyarakat desa yang penuh rasa syukur dan kejujuran, Ustadz Musa menegaskan bahwa keberkahan sering hadir dalam kesederhanaan, bukan kemewahan.

Pengajian ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk kembali menguatkan iman dan takwa, menjaga kejujuran, memperbanyak dzikir, serta menjalani hidup secara sederhana agar setiap langkah kehidupan senantiasa mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT.

Kegiatan Pengajian Selapanan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keimanan dan penguatan spiritual warga Muhammadiyah serta masyarakat Patutrejo secara berkelanjutan.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button