Organisasi

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo Canangkan Kampung Aren di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen sebagai Ikhtiar Pemberdayaan Umat

Purworejo — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo membuat gebrakan baru dalam pemberdayaan ekonomi umat. Desa Sokoagung di Kecamatan Bagelen resmi dicanangkan sebagai Kampung Aren pada Ahad 15 Februari 2026 / 28 Syaban 1447. H.

Sebanyak 1.250 bibit pohon aren disiapkan untuk ditanam di kawasan perbukitan desa tersebut. Program ini digadang-gadang menjadi solusi ganda: meningkatkan ekonomi warga sekaligus memperkuat mitigasi bencana lingkungan seperti longsor dan kekeringan.

Pencanangan dilakukan langsung oleh Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pudjiono, pukul 09.00 WIB. Kegiatan turut dihadiri unsur TNI–Polri, pemerintah kecamatan Bagelen, penerintah desa Sokoagung, PCM Bagelen, tokoh masyarakat, mahasiswa kkn UMPWR serta kalangan akademisi.

Komoditas yang Terlupakan
Dalam sambutannya, Pudjiono menyoroti potensi besar tanaman aren yang selama ini kurang mendapat perhatian. Padahal, menurutnya, nilai ekonomis dan ekologis tanaman ini sangat tinggi.

“Melalui pencanangan ini kita berharap aren dapat kembali menjadi komoditas unggulan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, nira aren dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti gula merah, gula semut, hingga minuman tradisional. Di sisi lain, sistem perakaran aren yang kuat mampu menjaga struktur tanah dan cadangan air, sehingga sangat cocok untuk wilayah perbukitan seperti Sokoagung.

“Tidak hanya di Bagelen, tetapi harapannya bisa berkembang lebih luas di Kabupaten Purworejo,” imbuhnya.

Solusi Rawan Longsor dan Kekeringan
Camat Bagelen, Sigit Kurniawan Saputro, S.S., M.Eng., menyambut positif inisiatif kolaboratif tersebut. Berdasarkan kajian lapangan, wilayah Bagelen memang memiliki risiko kekeringan saat musim kemarau dan longsor saat musim hujan.

“Aren ini diharapkan menjadi salah satu solusi konservasi lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tanaman aren dinilai mampu memperkuat struktur tanah sekaligus membantu penyimpanan air tanah, sehingga mendukung ketahanan lingkungan jangka panjang.

Mahasiswa KKN Turut Ambil Peran
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Purworejo yang sedang melaksanakan pengabdian selama 28 hari di desa tersebut. Para mahasiswa terlibat aktif dalam tahap persiapan penanaman, mulai dari pembuatan lubang tanam hingga penyediaan pupuk kandang.

Selain mendukung program aren, UMPWR juga memberikan bantuan 250 tanaman hias berupa pucuk merah dan melati untuk memperindah akses jalan menuju Embung Bagelen.

Resmi Dijalankan
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua PDM Purworejo sebagai simbol dimulainya program.

“Pencanangan Kampung Aren di Desa Sokoagung dinyatakan dijalankan,” ucap Pudjiono yang disambut tepuk tangan warga.

Usai seremoni, para tamu undangan bersama masyarakat langsung melakukan penanaman bibit secara simbolis.

PCM Bagelen optimistis kolaborasi lintas sektor ini akan menjadikan Kampung Aren Sokoagung sebagai model pemberdayaan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Purworejo.

(Wahidin)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button