
Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah: PCM Pituruh, Kemiri, dan Bruno Gelar Baitul Arqam Bersama
Purworejo — Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, kekuatan ideologi menjadi fondasi utama keberlangsungan gerakan. Kesadaran itulah yang mendorong tiga cabang Persyarikatan untuk bergerak bersama, menyatukan visi, dan menyalakan kembali ruh perjuangan kader melalui forum kaderisasi strategis Baitul Arqam.
Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), yakni PCM Pituruh, PCM Kemiri, dan PCM Bruno, sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut pada 14–15 Februari 2026 / 26–27 Sya’ban 1447 H. Kegiatan berlangsung di dua lokasi utama, yaitu SD Muhammadiyah Kemiri dan Balai Pertemuan Pemerintah Desa Kemiri Kidul, di wilayah Purworejo.
Mengusung tema “Revitalisasi Ideologi: Memperkuat Kader yang Berdaya untuk Kemajuan Persyarikatan”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin kaderisasi, tetapi momentum konsolidasi gerakan untuk memperkokoh militansi kader Muhammadiyah di tingkat cabang.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pudjiono, yang menegaskan bahwa kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas ideologi kadernya.
“Baitul Arqam bukan sekadar forum pelatihan, tetapi ruang pembentukan karakter ideologis yang kokoh. Di sinilah ruh perjuangan itu dirawat,” tegasnya penuh semangat.
Ketua Panitia, Sumitro, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang dengan pola intensif selama 24 jam agar efektif dan tetap realistis bagi peserta yang memiliki kesibukan organisasi maupun pekerjaan.
“Kami ingin lahir kesamaan frekuensi ideologis sekaligus semangat kolaborasi lintas cabang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Kader dan SDI PDM Purworejo, Subur Pujiono, menekankan pentingnya kesinambungan kaderisasi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari Baitul Arqam Berbasis Dapil putaran ke-4 tingkat Kabupaten Purworejo, setelah sebelumnya sukses digelar pada beberapa wilayah cabang lainnya.
“Harapannya, Baitul Arqam menjadi budaya kaderisasi yang hidup dan berkelanjutan di setiap cabang,” ungkapnya.
Dinamika kegiatan semakin hidup melalui pendampingan Master of Training Eko Nurrahmad yang mengajak peserta menggali kembali nilai-nilai dasar Muhammadiyah dan menerjemahkannya ke dalam praktik kepemimpinan nyata di persyarikatan baik di PCM, PRM, AUM maupun organisasi otonom.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari unsur PCM dan Ortom ini ditutup dengan refleksi mendalam serta komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan menjadi energi baru bagi gerakan Persyarikatan dalam menghadapi tantangan umat dan bangsa ke depan.
(Eko Nurrahmad)



