Organisasi

Tingkatkan Mutu, Menjaga Amanah Ilmu; LP2 PP Muhammadiyah Gelar Pembinaan Pesantren Muhammadiyah se-Karesidenan Kedu dan Banyumas

Temanggung — Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pesantren Muhammadiyah se-Karesidenan Kedu dan Banyumas pada Jumat, 9 Januari 2026. Acara ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB dan dipusatkan di Pondok Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera), Temanggung.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 60 peserta yang merupakan direktur pesantren Muhammadiyah dari wilayah Karesidenan Kedu dan Banyumas. Jumlah peserta ini menjadikan regional Kedu–Banyumas sebagai salah satu wilayah dengan partisipasi terbanyak dalam agenda pembinaan pesantren Muhammadiyah tingkat nasional, yang mencerminkan luas dan masifnya sebaran dakwah Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, LP2 Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa Muhammadiyah selama ini tidak hanya berkiprah dalam pembangunan pendidikan formal, tetapi juga secara konsisten mengembangkan pendidikan Islam melalui lembaga pesantren. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 445 pesantren Muhammadiyah tersebar di seluruh Indonesia, menjadikan Muhammadiyah sebagai persyarikatan dengan jumlah lembaga pendidikan pesantren terbanyak di tanah air.

Jumlah tersebut, menurut LP2 PP Muhammadiyah, bukan sekadar kebanggaan institusional, melainkan amanah besar dari masyarakat yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas, keseragaman arah, serta penguatan sistem pendidikan pesantren. Oleh karena itu, pembinaan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi nasional untuk menyamakan persepsi, visi, serta arah pengelolaan dan kurikulum pendidikan pesantren Muhammadiyah.

Selama satu hari penuh, peserta mendapatkan materi yang padat dan komprehensif terkait pengembangan Pesantren Muhammadiyah. Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Pesantren Muhammadiyah yang ideal, LP2 Pimpinan Pusat memfokuskan pembinaan pada empat program utama, yaitu: peningkatan mutu sumber daya manusia pesantren, peningkatan mutu pengelolaan pesantren, standarisasi kurikulum Pesantren Muhammadiyah, serta akreditasi Pesantren Muhammadiyah.

Seluruh program tersebut dipaparkan secara mendalam oleh para pemateri dari LP2 PP Muhammadiyah dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta sharing session yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan forum ini untuk bertukar pengalaman, menyampaikan tantangan, serta mendiskusikan strategi pengembangan pesantren di daerah masing-masing.

Pada sesi penutupan, Ketua Dewan Pakar LP2 Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Al Ustadz Dr. Habib Chirzin, menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya setiap pesantren untuk menuliskan sejarah dan perjalanan institusinya sebagai tolok ukur pembangunan serta evaluasi progres kemajuan pesantren ke depan.

Secara khusus, Dr. Habib Chirzin juga memberikan pesan kepada perwakilan Pesantren Muhammadiyah dari PDM Purworejo yang masih berada dalam tahap pengembangan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan jumlah santri maupun fasilitas bukanlah penghalang utama, selama memiliki tekad kuat dan semangat perjuangan yang tinggi. Menurutnya, dengan niat yang lurus dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, Allah SWT akan membuka jalan menuju keberhasilan.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pesantren Muhammadiyah serta menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu dan daya saing pendidikan pesantren Muhammadiyah di tingkat regional maupun nasional.

(Al Husein)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button