
Kampung Tamaddun Islam Perdana Digelar di Purworejo, Bangun Peradaban Islam dari Kampung
PURWOREJO – Gerakan Dakwah Peduli (GDP) Nusantara bersama Islamic Center Silagar (ICS) Darul Amiin Purworejo menggelar kegiatan bertajuk “Kampung Tamaddun Islam” pada 28–29 Mei 2026 di Islamic Center Silagar “Darul Amiin” Purworejo.
Kegiatan tersebut menjadi agenda perdana yang menghadirkan semangat membangun peradaban Islam dimulai dari lingkungan kampung dan masyarakat sekitar. Berbagai elemen turut terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari santri pondok pesantren, mahasiswa, organisasi otonom Muhammadiyah, hingga panti asuhan.
Peserta kegiatan terdiri atas santri Pondok Pesantren Darul Arqam, santri Panti Asuhan Muhammadiyah Plaosan, santri Pesma Universitas Muhammadiyah Purworejo, serta IMM Purworejo.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan Gerakan Dakwah Peduli Nusantara, Islamic Center Silagar Darul Amiin, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pesma Putri, serta santri pondok pesantren dan panti asuhan Muhammadiyah.
Ketua kegiatan, Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, menyampaikan bahwa program Kampung Tamaddun Islam diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Ini adalah program perdana yang semoga bisa menjadi agenda tahunan dan terus menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Kampung Tamaddun Islam hadir sebagai upaya menghadirkan nilai-nilai peradaban Islam melalui aktivitas sosial, dakwah, pendidikan, dan kepedulian masyarakat yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni kampung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa peradaban Islam dapat tumbuh dari kampung melalui kebersamaan, kepedulian sosial, dan aktivitas dakwah yang membumi,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian siang bersama Haji Zainudin dari Malaysia sebagai Founder Gerakan Dakwah Peduli (GDP) Nusantara yang membahas pentingnya membangun masyarakat Islami melalui penguatan akhlak, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.
Peserta tampak antusias mengikuti kajian yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut. Dalam kajiannya, Haji Zainudin mengajak generasi muda Islam untuk aktif hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi sosial umat.
Setelah kajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada warga sekitar selepas salat Magrib. Pembagian bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara lembaga dakwah dengan masyarakat.
Warga yang menerima bantuan tampak menyambut kegiatan tersebut dengan penuh rasa syukur. Panitia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di tengah kehidupan sosial.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan teenagers camp yang diikuti para peserta dari berbagai unsur. Kegiatan tersebut diisi dengan pembinaan karakter, diskusi keislaman, penguatan ukhuwah, serta aktivitas kebersamaan antarpeserta.
Suasana keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi keislaman, tetapi juga pengalaman membangun kerja sama, komunikasi, dan kepedulian terhadap sesama.
Kampung Tamaddun Islam menjadi salah satu upaya menghadirkan dakwah Islam yang dekat dengan masyarakat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap lahir generasi muda Islam yang memiliki semangat dakwah, kepedulian sosial, dan kemampuan membangun peradaban Islam yang maju dan berkemajuan.
Program tersebut juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi antarorganisasi Islam lembaga pendidikan, mahasiswa, serta masyarakat dalam membangun lingkungan Islami yang penuh manfaat.
Dengan semangat kebersamaan dan dakwah sosial, Kampung Tamaddun Islam di Purworejo diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan gerakan peradaban Islam yang tumbuh dari kampung untuk masyarakat luas.
Kontributor: A.M. Musdani



